Guru MTs yang Tawarkan Jasa Seks di Pamulang Resmi Dipecat Pihak Sekolah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Mar 2026, 16:52
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi Pelecehan Ilustrasi Pelecehan

Ntvnews.id, Jakarta - Seorang guru madrasah tsanawiyah (MTs) di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan, berinisial IK (35), resmi diberhentikan dari tugasnya setelah terseret kasus yang viral di media sosial. Keputusan ini diambil pihak sekolah menyusul mencuatnya dugaan perilaku menyimpang yang dilakukan oleh yang bersangkutan di luar lingkungan pendidikan.

Kasus ini mencuri perhatian publik setelah IK diketahui menawarkan jasa seksual berbayar kepada sesama pria. Tawaran tersebut disebarkan melalui selebaran yang menyasar berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga orang dewasa, dengan tarif berkisar antara Rp 20 ribu hingga Rp 100 ribu. Aktivitas tersebut diduga berlangsung di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan.

Baca Juga: Gas Air Mata Ditembakkan Polisi, Demo Tolak Presiden Trump di Los Angeles Berujung Penangkapan Massal

Perilaku IK akhirnya terungkap setelah warga setempat memergokinya. Dalam sebuah video yang kemudian beredar luas di media sosial, terlihat IK diamankan dan dimintai keterangan oleh warga. Saat kejadian, warga juga menemukan sejumlah obat di dalam tas miliknya yang diakui berkaitan dengan pengobatan HIV.

Pihak sekolah tempat IK mengajar membenarkan statusnya sebagai tenaga pendidik di lembaga tersebut. Namun, mereka menegaskan bahwa yang bersangkutan telah dinonaktifkan sejak kasus ini mencuat ke publik.

"Betul, akan tetapi guru tersebut sudah dinonaktifkan," ujarnya, Minggu (29/3).

Baca Juga: Pria Tewas dengan 19 Anak Panah di Mimika, Polisi Duga Pelaku Lebih dari Satu Orang

Penonaktifan IK resmi berlaku sejak 27 Maret 2026. Sebagai langkah lanjutan, pihak sekolah juga berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk memastikan kondisi lingkungan sekolah tetap aman bagi siswa dan tenaga pendidik.

"Besok pihak Dinkes akan datang ke sekolah untuk skrining dan sosialisasi kepada siswa dan guru," tutupnya.

 
x|close