Jepang Kembali Gulirkan Subsidi BBM untuk Tekan Lonjakan Harga di Tengah Konflik Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Mar 2026, 08:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bendera Jepang Bendera Jepang (Antara)

Ntvnews.id, Tokyo - Pemerintah Jepang resmi kembali menjalankan skema subsidi bahan bakar mulai Kamis guna menahan lonjakan harga energi yang dipicu meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk Persia.

Dilansir dari Kyodo, Jumat, 20 Maret 2026, besaran subsidi ditetapkan mencapai 30,2 yen (Rp3.124) per liter untuk BBM reguler hingga Rabu mendatang. Kebijakan ini diambil agar rata-rata harga eceran BBM nasional tetap berada di kisaran 170 yen (Rp18.213) per liter.

Tak hanya BBM reguler, program subsidi tersebut juga mencakup solar dan minyak berat. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi beban biaya operasional bagi pelaku usaha, termasuk sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Pemerintah Jepang juga akan menyesuaikan nilai subsidi secara berkala setiap pekan. Penyesuaian ini didasarkan pada proyeksi harga eceran pada minggu berikutnya yang mencerminkan fluktuasi harga minyak mentah global.

Baca Juga: Prabowo: Hilirisasi adalah Kunci Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas

Sebelumnya, harga BBM reguler di Jepang sempat melonjak hingga mencapai 190,8 yen (Rp20.462) per liter pada Senin, 16 Maret 2026. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah dunia setelah serangan Amerika Serikat dan Zionis Israel terhadap Iran.

Kebijakan subsidi terbaru ini diambil setelah muncul proyeksi bahwa harga BBM dapat terus meningkat hingga menyentuh 200,2 yen (Rp21.427) per liter pada pekan depan.

Meskipun subsidi telah diberlakukan, Kementerian Ekonomi Jepang mengingatkan bahwa penurunan harga di tingkat SPBU tidak akan terjadi secara serentak. Hal ini disebabkan masih adanya stok BBM lama yang belum terpengaruh kebijakan subsidi.

Hingga saat ini, pemerintah Jepang belum memberikan kepastian mengenai kapan program subsidi BBM tersebut akan dihentikan.

x|close