Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Koperasi menjalin kolaborasi dengan Al Jamiyatul Washliyah melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk mendorong pengembangan usaha koperasi, khususnya koperasi berbasis syariah, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Ketua Umum Al Jamiyatul Washliyah Masyhuril Khamis di Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.
Kerja sama ini mencakup penguatan kelembagaan koperasi, pengembangan usaha, penerapan model pengelolaan koperasi syariah, serta peningkatan literasi dan edukasi bagi masyarakat, termasuk penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor koperasi.
“Koperasi berbasis syariah merupakan bagian penting dalam mendukung arah kebijakan pembangunan nasional,” kata Ferry dalam keterangan pers.
Baca Juga: Kisah Perempuan Pendamping Kopdes di Pasuruan, Usia 25 Tahun Jadi Tumpuan Koperasi Merah Putih
Ferry menjelaskan bahwa pengembangan pendidikan koperasi syariah nantinya juga akan diterapkan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih), yang merupakan gerakan nasional untuk menghadirkan koperasi berbasis komunitas di setiap desa.
Ia berharap organisasi Al Jamiyatul Washliyah dapat turut mengambil peran aktif dalam menyukseskan program tersebut.
“Dengan jejaring dan rekam jejak luar biasa, kolaborasi ini akan membawa dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus membangun fondasi ekonomi lokal yang kokoh, berkelanjutan, dan berkeadilan,” ujarnya.
Menurut Ferry, koperasi tidak hanya menjadi tanggung jawab kementerian semata, tetapi merupakan gerakan bersama yang berlandaskan nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan semangat gotong royong.
Oleh karena itu, kolaborasi dengan organisasi keagamaan maupun organisasi kemasyarakatan dinilai penting untuk memperkuat ekosistem koperasi di Indonesia.
Ia juga berharap sinergi antara kebijakan pemerintah dan kekuatan jaringan komunitas Al Jamiyatul Washliyah dapat mendorong lahirnya desa-desa yang mandiri, inklusif, serta berkembang secara berkelanjutan.
Baca Juga: Kemenhut dan Kemenkop Perkuat Kelembagaan serta SDM KUPS
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Al Jamiyatul Washliyah Masyhuril Khamis menyatakan dukungannya terhadap kerja sama tersebut.
Ia menjelaskan bahwa organisasi yang berdiri di Medan sejak 1930 itu selama ini berfokus pada kegiatan sosial dan keagamaan, termasuk pendirian sekolah, pesantren, serta perguruan tinggi.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, Al Jamiyatul Washliyah juga mulai memperluas perannya di bidang ekonomi melalui pembentukan lembaga koperasi.
“Kami berharap kolaborasi ini betul-betul bisa diimplementasikan sejalan dengan visi pemerintah,” ujar Masyhuril.
(Sumber: Antara)
Menteri Koperasi Ferry Juliantono (tengah) menerima audiensi organisasi Islam Al Jamiyatul Washliyah Masyhuril Khamis di Kantor Kemenkop, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (ANTARA/HO-Kemenkop) (Antara)