Arab Saudi Bantah Tuduhan Lobi Trump untuk Serang Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mar 2026, 04:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Bendera Arab Suadi Bendera Arab Suadi (Istimewa)

Ntvnews.id, Riyadh - Arab Saudi menepis laporan media Amerika Serikat yang menyebut Riyadh melobi Presiden AS Donald Trump dalam beberapa pekan terakhir agar melancarkan serangan ke Iran.

Sebelumnya, The Washington Post memberitakan bahwa Saudi berupaya mendorong AS untuk mengambil langkah militer terhadap Iran. Namun tudingan tersebut dibantah oleh pemerintah Saudi.

"Kerajaan Arab Saudi konsisten dalam mendukung upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan yang kredibel dengan Iran. Tidak pernah dalam semua komunikasi kami dengan Pemerintahan Trump, kami melobi Presiden untuk mengadopsi kebijakan yang berbeda," ujar Fahad Nazer, juru bicara Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington, seperti dikutip Al Arabiya, Selasa, 3 Maret 2026.

Arab Saudi termasuk di antara negara-negara Teluk yang berupaya meredam potensi konflik militer di kawasan. Riyadh juga secara terbuka menyatakan tidak akan terlibat dalam perang apa pun yang mungkin terjadi.

Baca Juga: Istri Ali Khamenei, Mansoureh Khojasteh Meninggal Dunia di Tengah Eskalasi Konflik Iran–AS

Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, sebelumnya menyampaikan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam pembicaraan pada 26 Januari bahwa Saudi tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun teritorialnya digunakan untuk melancarkan serangan militer terhadap Iran.

Meski demikian, setelah serangan gabungan AS dan Israel ke Iran, Teheran melancarkan serangan balasan ke sejumlah negara tetangga, termasuk Arab Saudi.

Ilustrasi serangan Iran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. <b>(Anadolu)</b> Ilustrasi serangan Iran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. (Anadolu)

Iran dilaporkan menyerang setiap negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC) dalam waktu 24 jam setelah operasi yang oleh AS disebut sebagai Operasi Epic Fury. Operasi militer bersama AS-Israel tersebut dikabarkan menewaskan puluhan pejabat tinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi yang telah lama berkuasa, Ali Khamenei.

Sebagai respons, AS bersama Arab Saudi, Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab menandatangani pernyataan bersama pada Minggu, 1 Maret 2026 malam yang mengecam Iran atas serangan terhadap negara-negara dan warga sipil di kawasan tersebut.

x|close