Dubes Iran Sebut Perundingan dengan AS Bukan Gagal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mar 2026, 04:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi memberikan keterangan pers terkait wafatnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran di kediaman Duta Besar Iran, Jakarta, Senin, 2 Maret 2026. Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi memberikan keterangan pers terkait wafatnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran di kediaman Duta Besar Iran, Jakarta, Senin, 2 Maret 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa proses perundingan antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi oleh Oman tidak dapat dikategorikan sebagai kegagalan.

Pernyataan tersebut disampaikan Boroujerdi usai konferensi pers di Jakarta, Senin, 2 Maret 2026, menanggapi sikap Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) yang menyayangkan kegagalan perundingan AS-Iran hingga memicu eskalasi militer di Timur Tengah.

“Saya rasa negosiasi tidak mencapai kegagalan, tetapi yang terjadi pada kenyataannya adalah sebuah pihak pada saat sedang bernegosiasi dengan pihak lain, tiba-tiba menyerang negara tersebut, ini adalah kondisinya,” ujar Dubes Boroujerdi.

Kendati demikian, ia tetap menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Indonesia atas pernyataan resminya terkait serangan AS dan Israel terhadap Iran.

“Namun, kami berharap kepada semua negara di dunia secara tegas dapat mengutuk serangan terhadap Iran,” tegasnya.

Baca Juga: Istri Ali Khamenei, Mansoureh Khojasteh Meninggal Dunia di Tengah Eskalasi Konflik Iran–AS

Sebelumnya, Kemlu RI merilis pernyataan mengenai serangan AS dan Israel ke Iran. Dalam pernyataan tersebut, Indonesia menyayangkan kegagalan perundingan antara AS dan Iran yang berujung pada meningkatnya ketegangan militer di kawasan.

Indonesia juga mengimbau seluruh pihak agar menahan diri dan mengutamakan dialog serta diplomasi, sekaligus menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi perundingan.

“Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Tehran untuk melakukan mediasi,” demikian isi pernyataan Kemlu RI.

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi berbicara dalam konferensi pers di kediaman resmi Dubes Iran di Jakarta, Senin, 2 Maret 2026. <b>(Antara)</b> Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi berbicara dalam konferensi pers di kediaman resmi Dubes Iran di Jakarta, Senin, 2 Maret 2026. (Antara)

Sebelumnya, pada Jumat, 27 Februari 2026 Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr Al-Busaidi, mengungkapkan bahwa perundingan nuklir AS-Iran menghasilkan kesepakatan mengenai kebijakan tanpa penimbunan uranium yang diperkaya. Kesepakatan itu mencakup pengurangan stok ke level terendah serta konversi menjadi bahan bakar permanen di bawah verifikasi penuh International Atomic Energy Agency (IAEA).

AS dan Iran diketahui telah menjalani tiga putaran dialog tidak langsung terkait program nuklir, dengan mediasi Oman.

Putaran pertama dan kedua berlangsung pada awal Februari di Muscat dan Jenewa, yang membahas pembatasan tingkat pengayaan dan stok uranium Iran sebagai imbalan atas pelonggaran sanksi. Sementara itu, putaran ketiga digelar pada Kamis, 26 Februari 2026 di Jenewa.

x|close