Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dunia akibat serangan yang dilakukan AS dan Israel di Teheran.
"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," kata Trump di jaringan media Social Truth miliknya.
Serangan gabungan AS dan Israel ke sejumlah wilayah Iran terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kompleks kediaman Khamenei di Teheran dilaporkan menjadi sasaran puluhan bom.
"30 bom dijatuhkan di kompleks tersebut. Ali Khamenei berada di bawah tanah, tetapi mungkin tidak di bunkernya sendiri," bunyi laporan jaringan Channel 12 yang dikutip AFP.
Baca Juga: Iran Mencekam, KBRI Taheran Sebut 329 WNI Dalam Kondisi Aman
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyampaikan pernyataan setelah serangan tersebut. Ia mengklaim pihaknya menemukan indikasi bahwa Khamenei tewas dalam operasi yang dilancarkan pada Sabtu, 28 Februari 2026.
"Pagi ini, dalam serangan mendadak yang dahsyat, kompleks kediaman diktator Ali Khamenei dihancurkan di jantung Teheran... dan ada banyak tanda bahwa diktator ini sudah tidak hidup lagi," kata Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi.
Sementara itu, Iranian Red Crescent Society melaporkan pada Sabtu malam bahwa sedikitnya 201 orang meninggal dunia dan 747 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel dan AS.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Rabu (18/6/2025) mengatakanbahwa negaranya akan terus menanggapi serangan Israel dan tidak akan pernah berunding dengan Israel. (ANTARA)