Ntvnews.id, Tel Aviv - Surat kabar Haaretz melaporkan bahwa Israel tengah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan serangan rudal dari Iran dan akan memberlakukan status darurat pada sektor energinya.
Menurut laporan tersebut, langkah ini akan diumumkan oleh Menteri Energi Israel, Eli Cohen, sebagai respons atas serangan Iran.
"Mulai beralih ke mode darurat, dengan operasi kilang dikurangi dan sebagian infrastruktur gas alamnya dihentikan sementara," demikian laporan surat kabar tersebut, seperti dilansir dari Al Jazeera, Minggu, 1 Maret 2026.
Baca Juga: Iran Sebut AS dan Israel Langgar Piagam PBB
Disebutkan pula bahwa Grup Bazan Israel telah menghentikan sebagian operasional kilang di Haifa. Selain itu, Menteri Cohen memerintahkan penghentian sementara sejumlah platform gas lepas pantai dan diperkirakan akan segera mengumumkan status darurat untuk sektor gas alam.
Sebelumnya, Israel bersama Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan sejak Sabtu pagi waktu setempat. Sebagai tanggapan, Iran melakukan serangan balasan dengan menyasar sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Serangan balasan tersebut dilaporkan mengenai beberapa lokasi di Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, hingga Yordania.
Ilustrasi - Peluru kendali Iran, Emad. Rudal balistik ini diyakini turut ditembakkan Iran ke Israel pada 14 April 2024. /ANTARA/Mohammad Agah/Tasnim News Agency via Wikimedia Commons/pri. (Antara)