Psikolog Bagikan Cara Sederhana Kelola Emosi Saat Mengasuh Anak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Feb 2026, 12:44
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Orang tua menasihati anak. ANTARA/Pexels/August de Richelieu/am. Ilustrasi - Orang tua menasihati anak. ANTARA/Pexels/August de Richelieu/am. (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Psikolog Klinis Remaja dan Dewasa Nena Mawar Sari membagikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk menjaga kestabilan emosi ketika berinteraksi dengan anak. Salah satu cara paling sederhana namun efektif adalah memberi jeda sejenak serta mengenali perasaan yang sedang muncul dalam diri.

"Biasanya dalam kondisi lapar, marah, kesepian kemudian kita merasa capek, emosi kita jadi mudah terpancing. Nah caranya adalah dengan berjeda dan tetap menyadari emosi kita itu bentuknya yang mana," katanya saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.

Ia menjelaskan bahwa kondisi emosional orang tua kerap dipengaruhi faktor-faktor seperti lapar, marah, merasa sendiri, dan lelah yang dikenal dengan istilah hungry, angry, lonely, tired (HALT).

Keadaan-keadaan tersebut membuat respons menjadi lebih sensitif dan rentan meledak.

Situasi ini, lanjutnya, bisa semakin terasa ketika umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa. Penurunan kadar gula darah dapat memicu tubuh menjadi lebih lemas dan mudah tersulut emosi.

Baca Juga: Tips Bonding dan Parenting Ideal Ala Nikita Willy

"Kita harus menahan lah emosi, emosional kita, belum lagi sibuk masak dan energi kita habis," jelasnya lagi.

Dengan menyadari kondisi tersebut, orang tua diharapkan mampu mengambil langkah preventif seperti berhenti sejenak sebelum merespons anak. Cara ini dinilai efektif untuk mencegah tindakan impulsif yang berpotensi menimbulkan penyesalan di kemudian hari.

"Jadi nggak apa-apa untuk mengatakan mama sedang capek, bisa nggak kita ngobrolnya nanti atau misalnya lihat gambarnya ya pada saat sudah istirahat dan lain sebagainya sehingga kita bisa menghindari tindakan impulsif," katanya.

Selain pengelolaan emosi pribadi, dukungan dalam pengasuhan juga menjadi hal penting.

Orang tua membutuhkan dukungan emosional serta pembagian peran yang seimbang agar tanggung jawab tidak hanya bertumpu pada satu pihak saja.

Dialog terbuka dengan pasangan juga dianjurkan untuk membicarakan hambatan yang dirasakan, termasuk soal pembagian tugas dalam rumah tangga.

Baca Juga: Bandel Parah? Temukan 5 Cara Ampuh Menghadapi Anak Supaya Jadi Penurut

Dengan komunikasi yang baik, solusi yang lebih adil dan proporsional dapat ditemukan bersama.

"Jadi setiap anggota keluarga hendaknya punya peran yang sama dan setara sesuai dengan kapasitasnya masing-masing," tutup Nena.

(Sumber: Antara)

x|close