Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa, 24 Februari 2026, menyatakan bahwa negaranya telah menerima lebih dari 80 juta barel minyak dari Venezuela sejak pengambilalihan kekuasaan dari Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Dalam pidato kenegaraan State of the Union pertamanya sejak memulai masa jabatan keduanya di Gedung Putih, Trump mengatakan:
"Kami baru saja menerima dari teman dan mitra baru kami, Venezuela, lebih dari 80 juta barel minyak," kata Trump saat menyampaikan pidato Kenegaraan State of the Union pertamanya sejak dia memulai masa jabatan keduanya di Gedung Putih.
Baca Juga: Kemendag Catat Potensi Ekspor Minyak Atsiri ke Rusia Capai Rp2 Miliar
Ia juga menambahkan bahwa produksi energi domestik AS menunjukkan peningkatan signifikan.
"Produksi minyak AS meningkat lebih dari 600.000 barel per hari," ujarnya.
AS disebut mengambil alih kendali ekspor minyak Venezuela setelah operasi militer pada Januari 2026 yang berujung pada penangkapan Maduro.
Mantan presiden Venezuela itu kini didakwa atas dugaan perdagangan narkoba dan sejumlah kejahatan lain di pengadilan New York.
Pernyataan Trump tersebut menegaskan perubahan drastis dalam dinamika hubungan kedua negara, khususnya di sektor energi, menyusul perkembangan politik dan hukum yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga: Indonesia Bakal Impor Minyak dari Amerika Senilai Rp253 Triliun Setiap Tahun
(Sumber: Antara)
Donal trump presiden AS ((Antara/Anadolu) )