Israel Ancam Duduki Seluruh Gaza Jika Hamas Tolak Pelucutan Senjata

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Feb 2026, 07:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Kota Gaza, Palestina. Kota Gaza, Palestina. (Dok.Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Menteri Keuangan Israel dari kubu sayap kanan, Bezalel Smotrich, menyebut Hamas kemungkinan akan segera menerima ultimatum untuk melucuti senjata. Ia juga mengancam bahwa militer Israel dapat menduduki seluruh wilayah Gaza jika tuntutan tersebut tidak dipatuhi.

"Kami memperkirakan bahwa dalam beberapa hari mendatang, Hamas akan diberi ultimatum untuk melucuti senjata dan sepenuhnya melakukan demiliterisasi Gaza," kata Smotrich dalam wawancara dengan penyiar publik Kan.

"Jika tidak mematuhinya, IDF (tentara Israel) akan memiliki legitimasi internasional dan dukungan Amerika untuk melakukannya sendiri, dan IDF sudah mempersiapkan hal ini dan sedang membuat rencana," kata menteri tersebut, yang merupakan anggota kabinet keamanan Israel yang bertugas menyetujui operasi militer skala besar, seperti dilansir dari AFP, Rabu, 25 Februari 2026.

Pada fase pertama gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat dan menghentikan pertempuran selama dua tahun antara Israel dan Hamas, tentara Israel menarik diri ke posisi di belakang Garis Kuning, namun tetap menguasai lebih dari separuh wilayah Gaza.

Baca Juga: Hamas Respons Penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi di Gaza

Fase kedua yang resmi dimulai bulan lalu mencakup rencana penarikan bertahap pasukan Israel dan pelucutan senjata Hamas, tetapi rencana itu ditentang keras oleh kelompok militan tersebut.

"Militer Israel pasti akan memasuki dan menduduki Gaza jika Hamas tidak bubar," kata Smotrich.

Saat ditanya mengenai cara militer akan menjalankan operasi tersebut, Smotrich menyebut "saat ini ada dua atau tiga alternatif yang sedang kami pertimbangkan".

Prabowo Subianto dalam pertemuan Board of Peace <b>(Istimewa)</b> Prabowo Subianto dalam pertemuan Board of Peace (Istimewa)

Rencana perdamaian yang diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mencakup pembentukan pasukan penjaga perdamaian internasional berkekuatan 20.000 personel yang disebut Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), dengan sejumlah negara telah menyatakan komitmen.

Ketika ditanya bagaimana tentara Israel akan beroperasi jika pasukan asing dikerahkan di lapangan, Smotrich mengatakan Hamas akan "mundur dengan sangat cepat dan membiarkan (militer Israel) masuk. Ini dikoordinasikan dengan Amerika."

"Ngomong-ngomong, saya belum melihat mereka masuk secepat itu," tambahnya mengenai Pasukan Keamanan Israel (ISF).

x|close