Keji! Paman-Bibi di Surabaya Beri Makanan Kucing ke Keponakan dan Ikat Tangannya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Feb 2026, 11:58
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Sang paman, Ufa Fahrul Agusti (30), dan bibinya, Sellyna Adika Wahyuni (26) Sang paman, Ufa Fahrul Agusti (30), dan bibinya, Sellyna Adika Wahyuni (26) (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Kasus penyiksaan yang menimpa balita berinisial KRN (4) di Surabaya mengejutkan banyak pihak. Sang paman, Ufa Fahrul Agusti (30), dan bibinya, Sellyna Adika Wahyuni (26), melakukan tindakan yang tak manusiawi terhadap keponakan mereka sendiri.

Salah satu perlakuan paling keji adalah memberi si balita makanan kucing saat ia meminta makan. Perlakuan itu terungkap ketika ayah kandung korban, Dandi, datang ke kamar kos tempat kedua pelaku tinggal untuk mengambil barang milik putrinya.

Sementara itu, di lokasi kos, warga sekitar memberitahu bahwa setiap kali KRN minta jajan, sang bibi justru menyuruhnya makan makanan kucing. Menurut Dandi, pengakuan putrinya sendiri membenarkan hal itu.

"Pas saya tanya anak saya, dia (KRN) mengatakan iya (diberi makanan kucing). Katanya malah sering makan bareng kucing peliharaannya adik saya," kata dia dalam keterangannya yang dilansir pada Senin, 23 Februari 2026.

Baca Juga: Ruko di Mangga Dua Raya Kebakaran Hebat

Selain kejadian tersebut, KRN juga bercerita bahwa saat ia lapar dan meminta makan, permintaan itu sering diabaikan oleh bibinya. Bahkan, ada satu momen ketika KRN disuruh memakan pasir dari tempat kotoran kucing.

"Sampai anak saya itu makan pasir kotoran kucing. Saya gak menyangka adik saya itu kayak iblis," kata Dandi.

Tidak hanya kelaparan, bentuk penyiksaan lain yang dialami KRN juga sangat memprihatinkan. Tangan balita itu pernah diikat dengan posisi terangkat selama empat hari, hingga akhirnya warga kos menolongnya.

Ketika menangis, mulutnya disumpal kain agar tangisannya tak terdengar oleh tetangga. Dandi mengingat jelas kondisi putrinya ketika ia menjemput dari Polrestabes Surabaya.

Baca Juga: Thom Haye 'Menghilang' saat Persib Bandung Jumpa Persita Tangerang

"Pas saya ambil di Polrestabes itu, anak saya kesakitan ketika tangannya diturunkan. Ketika saya tanya, ternyata diikat oleh suami dan adik saya dengan posisi kedua tangan terangkat," tuturnya.

Ia sangat bersyukur para tetangga kos di Bangkingan bergerak cepat menyelamatkan putrinya dari siksaan yang bisa saja merenggut nyawanya.

"Kalau terlambat, anak saya bisa meninggal. Terima kasih untuk warga yang ada di Bangkingan. Terutama pak Bhabin dan pak TNI yang telah menyelamatkan anak saya," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, KRN menjadi korban penyiksaan oleh paman dan bibinya. Kedua pelaku tak hanya mengurung balita itu, tetapi juga melemparnya dari pagar setinggi dua meter hingga menelantarkannya tanpa makanan. Kini, Ufa Fahrul Agusti dan Sellyna Adika Wahyuni telah diamankan pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

x|close