Komunitas Motor Berduka, Ketua Umum HASCI Desak Pelaku Dugaan Begal di Kerobokan Segera Ditangkap

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Feb 2026, 13:40
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Pompa BBM pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34.116.12 Kembangan, Jakarta Barat, dipasangi garis polisi akibat insiden tercampurnya pertalite dengan solar, Senin 4 Agustus 2025. ANTARA/Risky Syukur Pompa BBM pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34.116.12 Kembangan, Jakarta Barat, dipasangi garis polisi akibat insiden tercampurnya pertalite dengan solar, Senin 4 Agustus 2025. ANTARA/Risky Syukur (Antara)

Ntvnews.id, Bali - Dunia otomotif komunitas dan masyarakat Bali tengah diselimuti duka mendalam. Seorang perempuan yang dikenal aktif dan tangguh di lingkungan komunitas motor, Juhaeryah Velina (46) atau akrab disapa “Tante Jenna,” meninggal dunia usai mengalami insiden tragis yang diduga terkait aksi pembegalan di kawasan Jalan Pengubengan Kauh, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, pada Sabtu malam, 7 Februari 2026.

Almarhumah diketahui merupakan anggota Honda Stylo Club Indonesia (HASCI) Chapter Bali. Kejadian ini memicu keprihatinan luas dari berbagai komunitas roda dua.

Ketua Umum HASCI, Ismail (Mainx), menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus mengecam keras tindakan kriminal yang menyebabkan hilangnya nyawa tersebut.

“Kami dari keluarga besar HASCI turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kepergian almarhumah. Ini bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi komunitas otomotif. Tindakan kriminal di jalan seperti ini tidak bisa ditoleransi,” ujar Mainx, Senin (9/2/2026).

Kronologi Kejadian

Seorang perempuan yang dikenal aktif dan tangguh di lingkungan komunitas motor, Juhaeryah Velina (46) atau akrab disapa &ldquo;Tante Jenna,&rdquo; meninggal dunia usai mengalami insiden tragis yang diduga terkait aksi pembegalan di kawasan Jalan Pengubengan Kauh <b>(dok)</b> Seorang perempuan yang dikenal aktif dan tangguh di lingkungan komunitas motor, Juhaeryah Velina (46) atau akrab disapa “Tante Jenna,” meninggal dunia usai mengalami insiden tragis yang diduga terkait aksi pembegalan di kawasan Jalan Pengubengan Kauh (dok)

Berdasarkan informasi dari pihak komunitas, peristiwa bermula ketika Tante Jenna baru saja menyelesaikan rapat serta kegiatan kopi darat (kopdar) klub motornya di The Forum Gallery Cafe.

Sekitar pukul 22.27 WITA, korban berkendara seorang diri menuju rumahnya di kawasan Legian. Saat melintasi jalan yang relatif sepi di wilayah Kerobokan Kelod, ia diduga diserempet oleh dua orang tak dikenal yang berboncengan sepeda motor.

Dari keterangan saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi, pelaku diduga berusaha menjambret tas korban. Upaya tersebut membuat motor yang dikendarai korban kehilangan kendali hingga menabrak tiang listrik dengan keras.

Warga yang mendengar suara benturan langsung berdatangan, namun kedua terduga pelaku telah melarikan diri dari lokasi.

Desakan Penegakan Hukum

Ketua Umum Honda Stylo Club Indonesia, Ismail, sebelumnya juga telah menyampaikan kecaman keras dan meminta kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini. Sejalan dengan itu, Mainx menilai insiden ini menjadi alarm serius bagi keamanan pengendara, khususnya perempuan.

“Kami berharap aparat bergerak cepat menangkap pelaku dan memproses sesuai hukum yang berlaku. Bali dikenal sebagai destinasi wisata yang aman, dan keamanan di jalan raya harus jadi prioritas bersama,” tegasnya.

Menurutnya, komunitas motor selama ini juga aktif mengampanyekan keselamatan berkendara serta solidaritas antaranggota, sehingga peristiwa ini menjadi pukulan emosional yang besar.

Sosok Tante Jenna di Mata Sahabat

Kepergian Tante Jenna meninggalkan duka mendalam bagi kerabat dan rekan-rekannya. Salah satu sahabat dekat korban, Heni Kurnianingsih, mengenang almarhumah sebagai pribadi ceria dan penuh semangat.

Di kalangan teman-temannya, korban dijuluki “Miss Yuhui” karena kebiasaannya membuka percakapan dengan sapaan khas, “Yuhui, guys!”

Selain aktif di komunitas motor, perempuan asal Balaraja tersebut dikenal sebagai pekerja keras yang berprofesi sebagai terapis refleksi sekaligus pengajar di Atlas.

Meski insiden ini diduga merupakan percobaan pembegalan, informasi dari rekan korban menyebutkan barang-barang berharga miliknya tidak sempat dibawa kabur pelaku.

Kini, keluarga, sahabat, dan komunitas menaruh harapan besar agar kasus ini segera terungkap, sehingga keadilan bagi almarhumah dapat ditegakkan dan keamanan pengendara di Bali semakin diperketat.

Baca Juga: VIDEO: Pelaku Begal Ponsel Gadis di Sukabumi Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara

x|close