SAR Pastikan Video Viral di Cisarua Bukan Longsor Susulan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jan 2026, 23:15
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tim SAR gabungan berjalan meninggalkan lokasi pencarian korban bencana tanah longsor di Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis, 29 Januari 2026. Operasi pencarian korban bencana tanah longsor pada hari keenam sempat dihentikan beberapa kali karena kondisi wilayah operasi diguyur hujan sejak pagi hingga sore hari yang membuat jarak pandang terbatas serta rawan longsor susulan. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/bar Tim SAR gabungan berjalan meninggalkan lokasi pencarian korban bencana tanah longsor di Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis, 29 Januari 2026. Operasi pencarian korban bencana tanah longsor pada hari keenam sempat dihentikan beberapa kali karena kondisi wilayah operasi diguyur hujan sejak pagi hingga sore hari yang membuat jarak pandang terbatas serta rawan longsor susulan. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/bar (Antara)

Ntvnews.id, Bandung - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan memastikan video viral yang memperlihatkan dugaan pergerakan tanah di kawasan Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, bukan merupakan longsor susulan maupun pergerakan tanah baru.

Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian di Bandung, Kamis, 29 Januari 2026, mengatakan kondisi yang terlihat dalam video tersebut terjadi akibat tanah yang telah jenuh air setelah diguyur hujan berintensitas tinggi selama beberapa hari terakhir.

“Dari hasil asesmen tim safety dan geologi, saat ini belum ditemukan pergerakan tanah yang signifikan, namun potensi pergeseran tetap diwaspadai,” ujarnya.

Ade menjelaskan lokasi pencarian korban longsor Pasirlangu berada di area dengan struktur tanah yang sangat labil. Air hujan yang meresap ke dalam lapisan tanah menimbulkan perubahan visual pada permukaan, namun kondisi tersebut tidak termasuk kategori pergerakan tanah secara geologis.

Baca Juga: Mentan Dorong Tanaman Perkebunan sebagai Solusi Cegah Longsor di Pegunungan

“Hal tersebut bukan pergerakan tanah, tetapi kondisi tanah yang jenuh air sehingga terlihat seperti bergerak,” tegasnya.

Ia menekankan keselamatan personel SAR tetap menjadi prioritas utama selama operasi pencarian. Oleh karena itu, koordinasi dengan instansi terkait, termasuk tim keselamatan dan geologi, terus dilakukan untuk memantau kondisi lapangan secara berkala.

Terkait dukungan peralatan, Ade menyebutkan sebanyak 17 unit alat berat telah dikerahkan ke lokasi longsor. Penggunaannya masih difokuskan di sektor A1 dan A2, serta mulai diperluas ke sektor A3 untuk mendukung proses pencarian korban.

Ade menambahkan operasi pencarian akan memasuki hari ketujuh pada Jumat, 30 Januari 2026. Pada tahap tersebut, Tim SAR akan melakukan evaluasi untuk menentukan apakah operasi akan diperpanjang serta menetapkan sektor yang menjadi fokus lanjutan pencarian.

“Besok adalah hari ketujuh. Kami akan melakukan evaluasi untuk menentukan apakah operasi SAR akan diperpanjang, serta sektor mana yang menjadi fokus lanjutan pencarian,” katanya.

Baca Juga: BNPB Relokasi 48 Rumah Warga Terdampak Longsor di Bandung Barat

(Sumber: Antara) 

x|close