Ntvnews.id, Jakarta - Jembatan Gantung di Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut membawa perubahan nyata bagi kehidupan warga, khususnya anak-anak sekolah dan para guru.
Akses yang sebelumnya sulit dan berisiko, kini berubah menjadi jalur aman untuk menunjang aktivitas pendidikan serta keseharian masyarakat.
Siti Rohmah, guru SDN 2 Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, merasakan langsung dampak positif pembangunan jembatan tersebut. Guru yang telah mengabdi selama 18 tahun ini setiap hari menyeberang dari Kampung Ciburuy, Desa Cipaganti, menuju sekolah tempatnya mengajar.
“Sejak ada jembatan, alhamdulillah hampir tidak ada lagi anak-anak yang bolos sekolah. Paling yang tidak masuk mah yang sakit saja,” ujar Siti Rohmah.
Baca juga: Jembatan Gantung Desa Mandala Kasih Selamatkan Anak-anak dari Arus Deras Sungai Cipalebuh Garut
Jembatan gantung ini dibangun pada pertengahan Desember lalu dan rampung sekitar 15 hari kemudian.
Warga dari dua desa yang dihubungkan jembatan ini, yakni Desa Sirnajaya dan Desa Cipaganti, bergotong royong bersama TNI dan relawan dari Vertical Rescue Indonesia (VRI), bekerja siang dan malam hingga jembatan tersebut dapat digunakan.
Siti menuturkan, sebelum jembatan dibangun, banyak murid kerap tidak masuk sekolah, terutama saat hujan turun. Mereka harus menyeberangi sungai atau melalui jalan kebun yang licin dan berbahaya, kondisi yang kerap menghambat proses belajar mengajar.
Tak jarang, guru dan murid tiba di sekolah dengan pakaian basah dan kotor setelah menyeberangi sungai.
Jika memilih jalur lain, waktu tempuh bisa mencapai hampir satu jam karena kondisi jalan yang rusak dan memutar. Kini, setelah Jembatan Gantung Cisurupan terbangun, akses menuju sekolah menjadi jauh lebih mudah dan aman.
“Kalau ke sana itu nguriling (memutar). Terus harus turun juga kan. Itu jelek jalannya. Mending jalan sini aja, gitu. Lebih cepat. Dari satu jam (sebelum ada jembatan), sekarang 20 menit. Tapi ya kalau jalan kaki mah 5 menit nyampe,” ujar Bu Guru Siti.
Tak hanya berdampak pada dunia pendidikan, jembatan gantung Cisurupan juga mempermudah akses warga menuju lahan pertanian, tempat ibadah, serta aktivitas ekonomi lainnya.
Baca juga: Jembatan Gantung Cipalebuh Garut Jadi Akses Baru Menuju Sekolah, Sawah, dan Tempat Ibadah
Kehadiran jembatan ini membuat warga tidak lagi terisolasi saat cuaca buruk dan mobilitas sehari-hari menjadi lebih lancar.
Siti Rohmah pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada pemerintah atas pembangunan jembatan tersebut.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Terima kasih banyak. Alhamdulillah, kami dan anak-anak jadi nyaman melewati jembatan ini,” ujarnya.
Kebahagiaan serupa dirasakan Ayu Mila Karmila, siswi kelas 5 SDN 2 Sirnajaya. Ia mengaku senang dengan selesainya pembangunan jembatan tersebut.
“Kalau dulu sebelum ada jembatan harus basah-basah. Kalau sekarang, jalan ke sekolah juga lebih cepat. Dulu kan kalau hujan enggak bisa sekolah, kalau sekarang senang tetep bisa sekolah,” kata Ayu.
Ia mengaku beberapa kali terpaksa bolos sekolah saat hujan deras mengguyur kawasan Gunung Papandayan dan air Sungai Cialit meluap.
“Kalau sekarang udah enggak pernah bolos lagi karena udah ada jembatan. Terima kasih kepada Bapak Prabowo yang sudah memperbaiki jembatan ini,” sambungnya.
Pembangunan Jembatan Gantung di Desa Sirnajaya, Cisurupan, menjadi bukti infrastruktur dasar berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam memastikan anak-anak dapat mengakses pendidikan tanpa terhambat kondisi alam dan keterbatasan akses jalan.
Jembatan Gantung di Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut