Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah sejumlah foto memperlihatkan memar di tangannya saat menghadiri Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss. Kemunculan memar tersebut memicu spekulasi publik mengenai kondisi kesehatannya.
Trump memang beberapa kali terlihat mengalami memar di tangan sejak kembali menjabat dan aktif menghadiri berbagai acara publik. Sebelumnya, memar kerap muncul di tangan kanan dan sering ditutupi dengan plester atau riasan.
Pihak Gedung Putih sebelumnya menjelaskan bahwa memar di tangan kanan Trump disebabkan oleh kebiasaan berjabat tangan dalam intensitas tinggi serta konsumsi aspirin untuk menjaga kesehatan jantung. Obat tersebut diketahui dapat meningkatkan risiko memar pada kulit.
Namun, dalam foto-foto terbaru yang diambil saat Trump menghadiri WEF di Davos, memar berwarna gelap tampak muncul di lokasi yang sama tetapi kali ini berada di tangan kiri. Foto-foto tersebut, seperti dilaporkan AFP dan CNN pada Jumat (23/1/2026), langsung menyebar luas dan memicu beragam spekulasi di media sosial.
Menanggapi hal itu, Trump dengan cepat memberikan klarifikasi. Saat berbicara kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One, ia menepis isu kesehatan dan menjelaskan penyebab memar tersebut.
"Saya terbentur meja," kata Trump saat berbicara kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One ketika ditanya soal memar tersebut.
"Saya mengoleskan sedikit, apa namanya? Krim. Tapi saya terbentur," ucapnya.
Baca Juga: Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Hingga 130 Cm
Trump juga menegaskan bahwa konsumsi aspirin dosis tinggi membuat dirinya lebih mudah mengalami memar, sebagaimana telah disampaikan oleh dokter yang menanganinya.
"Saya akan mengatakan, minumlah aspirin jika Anda menyayangi jantung Anda, tetapi jangan minum aspirin jika Anda tidak ingin mengalami sedikit memar," ujar Trump kepada wartawan di Air Force One.
"Saya minum aspirin dosis tinggi, dan ketika Anda minum aspirin dosis tinggi, mereka memberitahu Anda, Anda akan mengalami memar. Dokter berkata, 'Anda tidak perlu minum itu, Pak, Anda sangat sehat'. Saya berkata, 'Saya tidak mau mengambil risiko'," tuturnya.
Penjelasan serupa juga disampaikan Gedung Putih pada Kamis (22/1) waktu setempat. Sekretaris Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan memar tersebut terjadi saat Trump membenturkan tangannya ke sudut meja ketika menghadiri acara Dewan Perdamaian di Davos.
"Pada acara Dewan Perdamaian hari ini di Davos, Presiden Trump membenturkan tangannya pada sudut meja untuk penandatanganan, menyebabkan memar," kata Sekretaris Gedung Putih, Karoline Leavitt.
Seorang pejabat Gedung Putih turut membagikan foto-foto Trump yang diambil pada Rabu (21/1) dan Kamis (22/1) pagi waktu setempat. Foto-foto tersebut disebut tidak menunjukkan adanya memar yang mencolok di tangan presiden.
Berdasarkan sejumlah rekaman video, pada awal seremoni penandatanganan Dewan Perdamaian, tangan Trump tampak normal. Namun sekitar 10 menit kemudian, setelah ia duduk dan menandatangani beberapa dokumen, memar mulai terlihat jelas di tangannya.
Isu mengenai kondisi kesehatan Trump memang kerap mencuat, namun pihak Gedung Putih berulang kali menegaskan bahwa Presiden AS berada dalam kondisi sehat dan tetap menjalankan seluruh agenda kenegaraannya tanpa kendala.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di acara tahunan World Economic Forum di Davos, Swis, pada 21 Januari 2026. (ANTARA/Xinhua/Lian Yi) (Antara)