Ntvnews.id, London - Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer menyampaikan keyakinannya bahwa kolaborasi di sektor maritim antara Indonesia dan Inggris merupakan salah satu elemen krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi maritim nasional.
Sejalan dengan itu, dalam pertemuan yang sama, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pertemuan dengan jajaran pimpinan Babcock, perusahaan galangan kapal asal Inggris. Perusahaan tersebut direncanakan menjadi mitra Indonesia dalam kerja sama pengadaan 1.000 kapal penangkap ikan yang diperuntukkan bagi nelayan Indonesia.
"Terima kasih Perdana Menteri, terima kasih telah menerima saya hari ini. Pertemuan-pertemuan yang saya ikuti, kemarin dan hari ini sangat produktif. Saya telah bertemu dengan CEO Babcock. Kami menyambut baik kerja sama bidang maritim ini. Saya pikir, kerja sama ini akan sangat penting dan strategis bagi Indonesia. Saya pikir, ini juga menjadi bagian yang vital untuk perkembangan perekonomian maritim Indonesia," kata Presiden Prabowo kepada PM Starmer di ruang pertemuan Kantor PM Inggris, 10 Downing Street, London, Selasa, 20 Januari 2026.
Baca Juga: Prabowo–Keir Starmer Bakal Bahas Empat Pilar Bilateral Indonesia–Inggris
Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa dirinya dijadwalkan bertemu dengan perwakilan Russell Group, yakni asosiasi yang terdiri atas 24 universitas terkemuka di Inggris, pada hari yang sama.
"Menurut saya, pertemuan-pertemuan ini berjalan sangat produktif dan saya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya hubungan baik dua negara," ujar Presiden Prabowo.
Sementara itu, PM Keir Starmer dalam pernyataan pembukaannya menyinggung sejumlah capaian yang berhasil diraih kedua negara sejak kunjungan perdana Presiden Prabowo ke 10 Downing Street pada 21 November 2024 hingga saat ini.
Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer di Kantor PM Inggris, London (Sekretariat Presiden)
"Ketika Bapak Presiden di sini untuk pertama kalinya, kita sepakat untuk mewujudkan kemitraan strategis, dan sekarang kita telah mencapai itu, dan saya pikir itu menunjukkan hubungan antara dua negara yang begitu cepat bertumbuh, dan ini berada di jalur yang positif. Terima kasih juga atas kesepakatan bidang maritim yang telah kita tanda tangani bersama, meskipun secara virtual saat G20," kata PM Starmer kepada Presiden Prabowo.
PM Starmer menambahkan bahwa Presiden Prabowo juga memiliki sejumlah agenda pembahasan lainnya, termasuk di bidang pendidikan yang sebelumnya menjadi perhatian khusus dalam kunjungan terdahulu.
Baca Juga: Penertiban Kawasan Hutan Prioritas, Prabowo Gelar Ratas di Sela Lawatan ke London
"Bapak Presiden memiliki banyak hal untuk didiskusikan, termasuk bidang pendidikan, yang Bapak sangat minati saat terakhir berada di sini, dan sekali lagi, saya sangat senang karena kita membuat banyak kemajuan. Jadi, terima kasih, dan saya sangat senang bisa menyambut Bapak lagi di sini untuk melanjutkan diskusi kita," sambung Starmer kepada Prabowo.
Pertemuan antara Presiden Prabowo dan PM Starmer tersebut digelar secara empat mata dan tertutup bagi awak media. Para menteri yang mendampingi Presiden Prabowo berada di ruangan terpisah selama pertemuan berlangsung.
Adapun pejabat negara yang turut mendampingi Presiden Prabowo di 10 Downing Street pada hari itu, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer di Kantor PM Inggris, London (Sekretariat Presiden)