DPRD Tanggapi Soal Pramono Mau Buka Rute Baru Transjabodetabek

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Jan 2026, 19:14
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Transjabodetabek rute PIK 2-Blok M Transjabodetabek rute PIK 2-Blok M (Ntvnews.id/ Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membuka rute baru TransJabodetabek mendapat respons positif dari DPRD DKI Jakarta. Perluasan layanan transportasi publik ini dinilai menjadi langkah strategis dalam mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan umum yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ade Suherman menyatakan dukungannya terhadap pembukaan rute Cawang-Jababeka serta Blok M-Bandara Soekarno-Hatta. Menurutnya, kebijakan ini sangat relevan untuk menjawab kebutuhan mobilitas warga, khususnya masyarakat penyangga Jakarta yang setiap hari beraktivitas di ibu kota.

"Saya sangat mendukung rencana tersebut. Ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, bersama DPRD, untuk mendorong peralihan mobilitas warga dari kendaraan pribadi ke transportasi umum, khususnya bagi warga yang berasal dari luar Jakarta," kata Ade di kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026.

Ia menekankan bahwa transportasi publik yang terjangkau, nyaman, dan terintegrasi merupakan kunci keberhasilan sistem mobilitas perkotaan. Saat ini, layanan TransJabodetabek telah menjangkau wilayah Bogor dan sekitarnya. Jika konektivitas diperluas hingga ke bandara, maka akses masyarakat akan semakin mudah dan efisien.

Ade Suherman <b>(PKS DKI Jakarta)</b> Ade Suherman (PKS DKI Jakarta)

Baca Juga: Pramono Mau Buka Rute TransJabodetabek Rute Blok M-Bandara Soetta dan Cawang-Jababeka

Selain penambahan rute, DPRD DKI juga mendorong penyediaan fasilitas park and ride yang memadai. Dengan fasilitas tersebut, masyarakat dapat memarkir kendaraan pribadi di titik tertentu lalu melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi umum. Skema ini diharapkan mampu meningkatkan minat warga untuk beralih ke angkutan massal.

Tak hanya itu, integrasi dengan feeder transportasi dari wilayah penyangga juga menjadi perhatian. Dengan sistem yang saling terhubung, layanan TransJabodetabek diyakini dapat beroperasi secara optimal dan menjangkau lebih banyak pengguna.

"Dengan sistem yang terintegrasi, target mengurangi kemacetan, menekan polusi udara, dan mewujudkan Jakarta yang lebih tertata diharapkan dapat tercapai," pungkasnya.

x|close