Pacaran Sesama Jenis Berujung Maut, Pria di Batam Tewas Dianiaya Kekasih

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Jan 2026, 09:33
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Pelaku Penganiayaan Cinta Sesam Jenis di Batam Pelaku Penganiayaan Cinta Sesam Jenis di Batam (Dok. Polres Batam Kota)

Ntvnews.id, Jakarta - Peristiwa penganiayaan berujung maut terjadi di sebuah rumah kos di kawasan Legenda, Kecamatan Batam Kota, Minggu, 18 Januari 2026 siang. Seorang pria berinisial R (27) tewas setelah terlibat pertengkaran dengan kekasihnya sendiri, S alias D (17). Hubungan asmara sesama jenis yang mereka jalani berakhir tragis akibat ledakan cemburu.

Insiden tersebut terjadi di dalam kamar kos yang telah mereka tempati bersama selama beberapa bulan terakhir. Pertengkaran dipicu rasa curiga dan kecemburuan, lalu berkembang menjadi kekerasan fisik.

Dalam kondisi emosi memuncak, pelaku mendorong korban hingga terjatuh dan memukul bagian belakang kepala korban menggunakan batu cobek, menyebabkan luka parah.

Korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, luka berat di kepala membuat nyawanya tidak dapat diselamatkan. Benturan keras mengakibatkan tengkorak kepala korban retak dan terjadi pendarahan serius.

Baca Juga: Sekolah di Australia Kenang Sosok Rylan Pribadi, Disebut Ramah dan Disukai Siswa Lain

Kepolisian membenarkan kejadian tersebut dan langsung mengamankan pelaku di lokasi. Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Bobby Ramadhana Fauzi, mengatakan pelaku masih menjalani pemeriksaan.

“Pelaku sudah diamankan dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan,” ujar Bobby.

Diketahui bahwa konflik dalam hubungan asmara keduanya telah lama diwarnai pertengkaran. Pemicunya adalah rasa cemburu yang terus memanas. Korban disebut merasa tidak nyaman karena pelaku kerap menerima pesan dari pria lain. Situasi itu membuat korban memilih mengakhiri hubungan, keputusan yang tidak bisa diterima oleh pelaku.

“Motif sementara karena cemburu. Korban merasa pelaku sering menerima pesan dari pria lain, lalu korban memutuskan hubungan. Pelaku tidak terima,” jelas Bobby.

Baca Juga: Trump Klaim NATO Tekan Denmark soal Keamanan Greenland, AS Bakal Bertindak

Pertengkaran yang awalnya berupa adu mulut itu kemudian berlanjut di dalam kamar kos hingga berubah menjadi tindakan kekerasan fatal. Satu pukulan menggunakan benda keras menjadi titik akhir dari konflik emosional yang selama ini terpendam.

Keterangan dari penghuni kos lain menguatkan bahwa hubungan keduanya memang kerap diwarnai keributan. Seorang tetangga kos bernama Yoni menyebut suara pertengkaran mereka bukan hal asing bagi penghuni sekitar.

“Memang sering ribut, pernah dengar suara barang dilempar sampai pecah,” ujarnya.

Menurut Yoni, selama tinggal di kos tersebut sekitar lima bulan terakhir, korban lebih sering beraktivitas di luar kamar untuk bekerja. Sebaliknya, pelaku cenderung menghabiskan waktu di dalam kamar dan jarang berbaur dengan penghuni kos lainnya.

Hingga kini, polisi masih terus mendalami kasus ini dengan memeriksa saksi-saksi dan melengkapi berkas perkara.

x|close