Tabrakan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 21 Orang, Puluhan Penumpang Luka Parah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Jan 2026, 04:39
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kereta cepat/ist Kereta cepat/ist

Ntvnews.id, Madrid - Dua kereta api berkecepatan tinggi yang mengangkut ratusan penumpang bertabrakan di Spanyol. Insiden tragis ini menyebabkan 21 orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka serius.

"30 orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit dan berada dalam kondisi serius," kata Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente dilansir AFP, Selasa, 20 Januari 2026.

Kecelakaan terjadi saat sebuah kereta cepat yang melaju dari Malaga menuju Madrid tergelincir di dekat wilayah Adamuz. Kereta tersebut kemudian melintas ke jalur lain dan bertabrakan dengan kereta yang datang dari arah berlawanan, yang juga mengalami anjlok, sebagaimana disampaikan oleh badan perkeretaapian Spanyol, Adif.

Pihak kepolisian sempat melaporkan jumlah korban tewas sebanyak lima orang dalam kecelakaan di Provinsi Cordoba tersebut. Namun, data terbaru memperbarui angka korban jiwa menjadi 21 orang.

Baca Juga: Crane Proyek Kereta Cepat Ambruk Timpa Kereta Penumpang di Thailand, 29 Orang Tewas

Pejabat darurat tertinggi wilayah Andalusia selatan, Antonio Sanz, menyampaikan dalam konferensi pers bahwa sedikitnya 73 orang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

Sejumlah media Spanyol melaporkan korban dapat mencapai sekitar 100 orang, dengan beberapa penumpang masih terjebak di dalam gerbong. Kepala Pemadam Kebakaran setempat, Francisco Carmona, menyebutkan bahwa sejumlah gerbong keluar dari rel akibat tabrakan itu.

"Masalahnya adalah gerbong-gerbong itu bengkok, sehingga logamnya bengkok dengan orang-orang di dalamnya," kata Francisco Carmona kepada media lokal.

"Kami bahkan harus mengeluarkan orang yang sudah meninggal untuk dapat menjangkau seseorang yang masih hidup. Ini pekerjaan yang sulit dan rumit," tambahnya.

Kesaksian Penumpang

Ilustrasi kecelakaan <b>(Freepik/ rawpixel.com)</b> Ilustrasi kecelakaan (Freepik/ rawpixel.com)

Seorang saksi mata kepada RTVE mengatakan salah satu gerbong kereta pertama terbalik sepenuhnya. Tayangan televisi memperlihatkan tim medis dan petugas pemadam kebakaran berjibaku melakukan evakuasi di lokasi kejadian.

Seorang jurnalis dari lembaga penyiaran publik RNE yang berada di dalam kereta menggambarkan benturan tersebut terasa seperti "gempa bumi". Ia menyebut para penumpang menggunakan palu darurat untuk memecahkan kaca jendela agar bisa keluar dari gerbong.

Saksi lainnya, Lucas Meriako, yang berada di kereta pertama yang tergelincir, menggambarkan kejadian tersebut sebagai sesuatu yang mengerikan. Ia mengaku merasakan benturan keras sesaat sebelum kecelakaan terjadi.

Baca Juga: Cek Fakta: Jokowi Marahi Purbaya Soal Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh

"Kami merasakan benturan yang sangat kuat dari belakang dan perasaan bahwa seluruh kereta akan runtuh, hancur... banyak yang terluka karena pecahan kaca," katanya.

Akibat kejadian ini, layanan kereta cepat yang menghubungkan Madrid dengan sejumlah kota di wilayah Andalusia seperti Cordoba, Seville, Malaga, dan Huelva dihentikan sementara setidaknya sepanjang hari ini. Adif menyatakan telah menyiapkan sejumlah fasilitas di stasiun-stasiun utama untuk membantu keluarga para korban.

Istana Kerajaan Spanyol menyampaikan keprihatinan atas musibah tersebut. Raja Felipe VI dan Ratu Letizia juga menyampaikan "belasungkawa terdalam kami kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari yang meninggal, serta cinta dan harapan kami untuk kesembuhan yang cepat bagi yang terluka".

Spanyol diketahui memiliki jaringan kereta api berkecepatan tinggi terluas di Eropa, dengan panjang lebih dari 3.000 kilometer jalur khusus yang menghubungkan berbagai kota besar seperti Madrid, Barcelona, Seville, Valencia, dan Malaga.

TERKINI

Kanada Pertimbangkan Kirim Pasukan ke Greenland

Luar Negeri Selasa, 20 Jan 2026 | 06:20 WIB

PM Jepang Umumkan Pembubaran DPR

Luar Negeri Selasa, 20 Jan 2026 | 06:15 WIB

Lansia Ditemukan Tewas Mengenaskan di Dalam Rumahnya

Metro Selasa, 20 Jan 2026 | 06:10 WIB

Eropa Kompak Tolak Tarif Trump

Luar Negeri Selasa, 20 Jan 2026 | 05:55 WIB

Ledakan Hotel di Kabul Tewaskan 7 Orang

Luar Negeri Selasa, 20 Jan 2026 | 05:26 WIB
Load More
x|close