Ntvnews.id, Jakarta - Perjalanan karier Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto mengalami perubahan besar. Sosok yang selama ini dikenal sebagai musisi dan mantan vokalis band Letto itu kini memasuki ranah strategis negara, khususnya bidang pertahanan.
Putra budayawan Emha Ainun Najib atau Cak Nun tersebut resmi dilantik sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN), Kamis, 14 Januari 2026
Penunjukan ini pun memantik beragam respons publik, mengingat latar belakang Noe yang lekat dengan dunia seni dan musik.
Sebagian masyarakat mempertanyakan sejauh mana Noe mampu memberikan kontribusi nyata dalam sektor pertahanan yang sarat dengan isu geopolitik, strategi militer, dan kebijakan negara. Namun, untuk memahami perannya, perlu ditilik terlebih dahulu tugas serta fungsi Dewan Pertahanan Nasional dan rekam jejak Noe Letto sendiri.
Sosok Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (dok kemhan ri)
Dewan Pertahanan Nasional merupakan lembaga nonstruktural yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia. Lembaga ini dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 202 Tahun 2024 dan memiliki mandat strategis dalam perumusan kebijakan pertahanan negara.
DPN bertugas memberikan pertimbangan kepada Presiden, menyusun kebijakan pertahanan terpadu, mengoordinasikan pengerahan komponen pertahanan dalam kondisi mobilisasi dan demobilisasi, serta melakukan penilaian risiko kebijakan pertahanan nasional. Selain itu, DPN juga berperan dalam integrasi dan keberlanjutan pemeliharaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Dalam struktur organisasi, Presiden menjabat sebagai Kepala DPN, sementara Menteri Pertahanan menduduki posisi Ketua Harian. DPN juga didukung sejumlah deputi tematik, termasuk Deputi Geopolitik, Geoekonomi, dan Geostrategi.
Secara lebih luas, DPN menjadi ruang koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sarana dialog publik, serta wadah literasi kebijakan pertahanan. Lembaga ini turut mendorong respons kolektif terhadap berbagai tantangan global dan regional, mulai dari konflik geopolitik hingga ancaman non-tradisional seperti keamanan siber dan energi.
Puing-puing dari ATR 400 yang diduga Jatuh (Istimewa)
Pelantikan Noe Letto dilakukan bersamaan dengan pengukuhan 11 tenaga ahli lainnya oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin selaku Ketua Harian DPN. Acara berlangsung di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan RI, Jakarta.
Dalam prosesi tersebut, Noe tampil mengenakan jas hitam, kemeja putih, dasi merah, serta kopiah hitam. Ia masuk dalam jajaran tenaga ahli yang akan memperkuat fungsi analisis dan perumusan kebijakan DPN.
“Para tenaga ahli ini akan mengisi posisi krusial sebagai Tenaga Ahli Utama, Madya, dan Muda pada kedeputian bidang geoekonomi, geopolitik, serta geostrategi,” ujar Karo Infohan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Jumat, 16 Januari 2026.
Selain Noe, turut dilantik Jupriyanto dan Frank Alexander Hutapea, putra pengacara Hotman Paris, sebagai Tenaga Ahli Madya. Sementara itu, sejumlah nama lain mengisi posisi Tenaga Ahli Utama, di antaranya Surachman Surjaatmadja, Ian Montratama, M. Abdul Kholiq, Agato P. P. Simamora, Achmad Rully, dan Filda Citra Yusgiantoro.
Puing-puing dari ATR 400 yang diduga Jatuh (Istimewa)