Ntvnews.id, Manado - PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, telah pulih sepenuhnya setelah sebelumnya terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada 5 Januari 2026. Pemulihan dilakukan secara bertahap dan cepat hingga seluruh wilayah terdampak kembali mendapatkan aliran listrik normal.
Sebanyak 10.232 pelanggan yang sempat mengalami gangguan kini telah kembali menikmati layanan kelistrikan. Proses pemulihan tersebut merupakan hasil kerja intensif tim PLN yang diterjunkan langsung ke lokasi terdampak bencana.
Manager PLN UP3 Tahuna, Dimas Adhi Prabowo, Selasa, 13 Januari 2026, menyampaikan bahwa keberhasilan pemulihan pasokan listrik ini tidak terlepas dari dedikasi dan kerja keras seluruh personel di lapangan.
"PLN UP3 Tahuna berkomitmen penuh untuk memastikan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat. Pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Pulau Siau, kami langsung mengerahkan tim teknis untuk melakukan percepatan pemulihan dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas di lapangan. Saat ini, kami pastikan seluruh pelanggan terdampak sebanyak 10.232 pelanggan, telah kembali mendapatkan pasokan listrik secara normal," ujar Dimas.
General Manager PLN UID Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) Usman Bangun menegaskan bahwa pemulihan kelistrikan di Pulau Siau merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memberikan pelayanan terbaik, terutama pada kondisi darurat pascabencana.
"Ini merupakan wujud komitmen PLN untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya pada situasi darurat pascabencana," kata Usman.
PLN memastikan seluruh jajaran bergerak cepat dalam proses pemulihan dengan tetap mengedepankan keselamatan petugas dan masyarakat. Upaya tersebut juga didukung oleh sinergi yang solid bersama pemerintah daerah, aparat setempat, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
"Ke depan PLN UID Suluttenggo akan terus memperkuat sistem kelistrikan, terutama di wilayah rawan bencana, sebagai bagian dari upaya meningkatkan keandalan layanan," ujar Usman.
Ia menjelaskan bahwa tantangan utama selama proses pemulihan adalah terbatasnya akses menuju sejumlah lokasi jaringan akibat tertutup material longsor, serta kerusakan pada infrastruktur kelistrikan yang terdampak bencana.
Meski demikian, melalui koordinasi yang solid antara PLN, pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat, seluruh pekerjaan pemulihan dapat diselesaikan secara optimal.
PLN juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas dukungan serta pengertian selama proses pemulihan berlangsung. Ke depan, perusahaan akan terus melakukan evaluasi dan penguatan sistem kelistrikan, khususnya di wilayah rawan bencana, sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko dan peningkatan keandalan pasokan listrik.
Dengan pulihnya pasokan listrik secara menyeluruh di Pulau Siau, aktivitas sosial, pelayanan publik, dan roda perekonomian masyarakat diharapkan dapat kembali berjalan normal dan lancar.
(Sumber: Antara)
Petugas saat memperbaiki jaringan listrik pasca bencana Siau, Sulut. (Antara)