Mendagri Tito Karnavian Soroti Kondisi Jalan dan Ekonomi Pascabencana di Sumbar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jan 2026, 22:45
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian saat diwawancarai wartawan di Kota Padang, Selasa, 13 Januari 2026. ANTARA/Muhammad Zulfikar. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian saat diwawancarai wartawan di Kota Padang, Selasa, 13 Januari 2026. ANTARA/Muhammad Zulfikar. (Antara)

Ntvnews.id, Kota Padang – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian menyoroti kondisi jalan nasional dan aktivitas ekonomi yang masih terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat (Sumbar) sejak akhir November 2025. Pemerintah menilai, beberapa daerah memerlukan perhatian khusus agar proses pemulihan berjalan cepat dan terkoordinasi.

"Untuk akses jalan darat yang paling banyak kuningnya atau artinya ada gangguan baik jalan nasional, provinsi dan kota itu di Kabupaten Solok," kata Mendagri RI Tito Karnavian di Kota Padang, Selasa, 13 Januari 2026.

Pernyataan itu disampaikan dalam rapat koordinasi percepatan rehabilitasi bersama Kepala BNPB, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, gubernur, serta para bupati dan wali kota se-Sumbar. Tito menekankan, koordinasi lintas lembaga menjadi kunci agar proses perbaikan infrastruktur dan pemulihan ekonomi masyarakat berjalan lancar.

Selain Kabupaten Solok, sejumlah ruas jalan nasional di Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, dan satu ruas jalan nasional di Kota Pariaman juga terdampak, meski kerusakannya tidak separah di Solok.

Baca Juga: Mendagri Tegaskan Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatera Jadi Prioritas

Selain memperhatikan jalan, Mendagri Tito Karnavian juga memantau pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menyebutkan, Kabupaten Limapuluh Kota masih menghadapi kendala karena beberapa pasar belum beroperasi kembali pascabencana.

"Kami juga menerima laporan aktivitas ekonomi dan wisata di sekitar Danau Maninjau, Kabupaten Agam juga belum pulih," ujarnya. Ia menambahkan, di Kabupaten Tanah Datar masih terdapat pasar, toko, restoran, hingga hotel yang belum bisa beroperasi penuh.

Tito menegaskan, terdapat empat daerah yang membutuhkan perhatian prioritas pascabencana: Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

"Keempat daerah ini perlu kerja bersama agar proses pemulihannya bisa secepatnya dituntaskan," kata Mendagri.

Dengan pemetaan kerusakan yang jelas dan koordinasi lintas instansi, pemerintah berharap aktivitas ekonomi di Sumbar dapat kembali pulih sepenuhnya dan warga dapat segera beraktivitas normal.

Baca Juga: Mendagri Tinjau Dampak Banjir dan Longsor di Bener Meriah, Soroti Risiko Permukiman

(Sumber: Antara) 

x|close