Prabowo Bakal Kunjungi IKN Perdana Sebagai Presiden

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Jan 2026, 16:31
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Presiden RI Prabowo Subianto berpidato dalam agenda peresmian operasional 166 Sekolah Rakyat, bertempat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026. ANTARA/HO-Sekretariat Presiden. Presiden RI Prabowo Subianto berpidato dalam agenda peresmian operasional 166 Sekolah Rakyat, bertempat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026. ANTARA/HO-Sekretariat Presiden. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang juga menjabat Juru Bicara Presiden RI menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN) pertamakalinya, dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke sejumlah provinsi di Kalimantan, Senin, 12 Januari 2026.

Kunjungan ke IKN menjadi agenda penutup Presiden Prabowo selama berada di Kalimantan. Sebelumnya, Kepala Negara meresmikan 166 Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia secara terpusat dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin pagi, 12 Januari 2026. 

Setelah itu, Presiden dijadwalkan meresmikan kilang Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin sore.

"Mohon doa restu, selanjutnya dari Balikpapan akan nengok ke IKN," kata Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela kegiatannya di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026.

Baca Juga: Prabowo: Saya Lebih Hormat Pemulung daripada yang Pintar Curi Uang Rakyat

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau Basilika dan Plaza Kerukunan yang berada di kawasan peribadatan IKN, Kalimantan Timur, Selasa (30/12/2025).  <b>(ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Wakil Presiden)</b> Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau Basilika dan Plaza Kerukunan yang berada di kawasan peribadatan IKN, Kalimantan Timur, Selasa (30/12/2025). (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Wakil Presiden)

Kunjungan tersebut akan menjadi lawatan pertama Prabowo ke IKN sejak resmi menjabat sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia. Terakhir kali Prabowo berada di IKN adalah ketika dirinya telah ditetapkan sebagai presiden terpilih dan masih menjabat Menteri Pertahanan pada era pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, yakni pada 13 September 2024.

Pada kunjungan tersebut, Prabowo bersama jajaran Kabinet Indonesia Maju menghadiri Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Garuda, IKN, Kalimantan Timur, Jumat, 13 September 2024. Sidang tersebut menjadi rapat kabinet paripurna terakhir yang dipimpin Jokowi menjelang berakhirnya masa jabatan.

Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi memberikan arahan terkait proses transisi pemerintahan sekaligus menerima laporan akhir dari para menteri koordinator.

Baca Juga: Di Hadapan Prabowo, Gus Ipul Ungkap Perubahan Positif Siswa Sekolah Rakyat, Kesehatan hingga Prestasi Meningkat

Prabowo Subianto dalam Peresmian Sekolah Rakyat <b>(Istimewa)</b> Prabowo Subianto dalam Peresmian Sekolah Rakyat (Istimewa)

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintah menargetkan IKN berfungsi sebagai ibu kota politik Indonesia pada tahun 2028. Dengan target tersebut, aktivitas pemerintahan eksekutif, legislatif, dan yudikatif diproyeksikan mulai terpusat di IKN dalam dua tahun mendatang.

Hingga saat ini, pembangunan infrastruktur utama di kawasan IKN terus berjalan. Badan Otorita IKN telah menandatangani kontrak hasil lelang pembangunan kompleks legislatif dan yudikatif pada periode akhir Oktober hingga November 2025.

Kompleks legislatif akan dibangun di atas lahan seluas 42 hektare yang mencakup Gedung Sidang Paripurna, Serambi Musyawarah, Plaza Demokrasi, museum, serta area perkantoran. Total anggaran pembangunan kompleks tersebut mencapai Rp8,5 triliun.

Sementara itu, kompleks yudikatif akan berdiri di atas lahan seluas 15 hektare dan direncanakan menampung gedung Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, serta Komisi Yudisial, dengan total anggaran pembangunan sebesar Rp3,1 triliun.

(Sumber: Antara) 

x|close