Ntvnews.id, Jakarta - Seorang warga Bina Pandan menyampaikan keluhan dan permohonan perlindungan kepada Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Wahyu Endrajaya, terkait insiden penjarahan serta pengancaman yang terjadi di Bina Pandan Swalayan baru-baru ini.
Dilansir akun TikTok @jannes_maharaja, Minggu 30 November 2025, Dalam pernyataannya, warga tersebut menegaskan bahwa peristiwa itu bukan hanya penjarahan, tetapi juga aksi perampokan yang disertai ancaman terhadap keselamatan jiwa.
Warga itu menceritakan bahwa saat kejadian, ia bersama istri dan anak-anaknya bersembunyi di sebuah kamar ketika sejumlah pelaku mencoba memaksa masuk. Ia menyebut anaknya yang berusia 8 tahun mengalami trauma akibat dorongan keras di pintu serta teriakan para pelaku yang didengar dari jarak dekat.
@jannes_maharaja Saya hanya mau sampaikan kepada Kapolres Tapanuli Tengah Bapak AKBP Wahyu Endrajaya Apa yang terjadi di Bina Pandan Swalayan tidak semata-mata Penjarahan namun juga perampokan dengan mengancam nyawa, karena saya harus menyelamatkan istri dan anak anak saya bahkan anak saya yang umur 8 tahun mengalami masalah tromatik akibat teriakan dan dorongan di pintu kamar antara perampok dan saya yang mencoba paksa masuk kamar tempat kami bersembunyi. Bahkan sepatu sekolah anak saya juga hilang. Celenngan Anak saya sekitar Rp. 5 jt juga hilang yang pastinya akan membuat dia juga tromatik dalam menabung. Jadi Saya Sangat Memohon Kepada Bapak Kapolres saya juga Korban jangan penanganannya Bapak seperti anggap remeh. Bapak sudah gagal dalam mengamankan Kota Pandan dan akan menciptakan krisi Pangan dan Keamanan, sementara kota Sibolga masih bisa mempertahankan AIDO Swalayan dan Nauli Swalayan. Semoga Krisis Pangan, Keamanan tidak terjadi akibat penjarahan di Semua Outlet Pasar Modern di Kota Pandan. #perampokan #penjarahan #banjir #longsor @prabowosubianto.id @Gibran Rakabuming @DR (c) Andi Tatang S,SE.SH.MH @Istana Merdeka ♬ suara asli - Jannes Maharaja
Selain kerusakan fisik dan ancaman keselamatan, warga tersebut juga mengaku kehilangan sejumlah barang, termasuk sepatu sekolah anaknya serta celengan berisi sekitar Rp5 juta. Ia khawatir trauma yang dialami anak-anaknya berdampak jangka panjang, termasuk pada kebiasaan menabung.
Dalam penyampaian tersebut, ia meminta Kapolres Tapteng untuk menangani kasus ini dengan serius dan tidak menganggap enteng laporan warga.
Baca Juga: Gerindra Kirim Ekskavator Bantu Warga Bersihkan Dampak Banjir dan Longsor
Ia juga menyampaikan kritik bahwa situasi keamanan di Kota Pandan dinilai belum terkendali sepenuhnya, sehingga berpotensi memicu krisis pangan dan keamanan jika aksi serupa kembali terjadi. Ia membandingkan kondisi Pandan dengan Kota Sibolga yang disebutnya masih mampu menjaga keamanan di sejumlah swalayan modern.
“Harapan saya, krisis pangan dan keamanan tidak terjadi akibat penjarahan di outlet pasar modern lainnya,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait laporan dan keluhan tersebut. Warga berharap kepolisian segera mengambil langkah tegas untuk menjaga keamanan serta memberi rasa aman bagi masyarakat wilayah Pandan dan sekitarnya.
Warga Bina Pandan Keluhkan Aksi Penjarahan dan Pengancaman (TikTok @jannes_maharaja)