Deli Serdang Masih Tanggap Darurat Banjir dan Longsor

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Nov 2025, 14:37
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025). BPBD Tapanuli Selatan mencatat hingga Jumat 28 November sebanyak 32 orang meninggal dunia a Tim SAR gabungan mengevakuasi korban banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025). BPBD Tapanuli Selatan mencatat hingga Jumat 28 November sebanyak 32 orang meninggal dunia a (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menyatakan saat ini daerah setempat masih dalam status tanggap darurat penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor berdasarkan Surat Keputusan Bupati Deli Serdang No. 613 Tahun 2025 tertanggal 29 November 2025.

"Penetapan status tanggap darurat serta operasi penanganannya dimulai 27 November 2025 sampai 10 Desember 2025, berlaku selama 14 hari," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfostan) Deli Serdang Anwar Sadat Siregar di Lubuk Pakam, Minggu.

Ia mengatakan banjir dan tanah longsor yang terjadi di 15 kecamatan di Kabupaten Deli Serdang dalam beberapa hari belakangan, telah menyebabkan 2.243 hektare sawah terendam.

Kerusakan sarana dan prasarana atau infrastruktur, antara lain dua tanggul di Kecamatan Tanjung Morawa jebol, dua masjid dan dua sekolah dasar (SD) negeri terendam banjir, serta dua objek wisata mengalami kerusakan.

Baca Juga: Banjir Longsor di Sumatra, Dompet Dhuafa Bangun Pos Respon Bencana di Sejumlah Titik

Kerusakan infrastruktur lain terjadi di Kecamatan Sunggal, di Desa Tanjung Selamat. Jembatan yang menghubungkan Dusun I, I-A dan II-A di desa tersebut terputus.

Di Kecamatan Hamparan Perak, Kantor Desa Kota Rantang dan Klambir V Kebun mengalami kerusakan. Sebanyak dua sekolah dan dua puskesmas di kedua desa juga rusak. Di Desa Paya Bakung, jembatan terputus dengan kedalaman sungai 7 meter, mengakibatkan akses masyarakat terganggu.

Di Kecamatan Sibolangit, longsor yang terjadi di Dusun I dan II, Desa Buah Nabar, menyebabkan jalan desa tertimbun. Di Dusun III, Desa Rumah Kinangkung SP, jalan desa terkena longsor sepanjang 5 meter dengan timbunan 1 meter.

Selain itu, di Dusun II, Desa Suka Maju, jalan desa terputus dengan panjang 50 meter dan kedalaman 25 meter, sedangkan longsor di Desa Bandar Baru mengakibatkan satu jembatan gantung rusak dan satu rumah hampir roboh.

Di Kecamatan Batang Kuis, tercatat delapan sekolah dan dua rumah ibadah terendam banjir, menyebabkan kerusakan ringan. Di Kecamatan Patumbak, di Desa Patumbak Kampung tanggul jebol dengan kedalaman 3 meter.

Banjir merendam 30.609 rumah warga menyebabkan 52.100 kepala keluarga (KK) atau 170.760 jiwa di 15 kecamatan di daerah itu terdampak.

Sebanyak 15 kecamatan tersebut, antara lain Tanjung Morawa, Deli Tua, Sunggal, Namorambe, Hamparan Perak, Bangun Purba, Percut Sei Tuan, Sibolangit, Lubuk Pakam, Beringin, Batang Kuis, Patumbak, Galang, Pantai Labu, dan Pancur Batu.

ANTARA

Baca Juga: Bupati Deli Serdang Segel Gedung Sekolah, Siswa Belajar di Pinggir Jalan

x|close