Budiman: Prabowo Ingin Tebus Dosa Sosial Kemiskinan dan Ketimpangan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Agu 2025, 16:40
thumbnail-author
Muhammad Fikri
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Aktivis 98 yang juga Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu, 31 Agustus 2025. Aktivis 98 yang juga Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu, 31 Agustus 2025. (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Aktivis 98 sekaligus Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menyampaikan Presiden Prabowo Subianto ingin menebus dosa sosial bangsa, yakni masalah kemiskinan dan ketimpangan yang selama ini membelenggu masyarakat Indonesia.

"Pak Prabowo ini menjadi Presiden kan ingin menebus dosa sosial kita selama ini yang mengakibatkan kemiskinan, ketimpangan sosial yang sudah lama membelenggu tubuh bangsa kita,” kata Budiman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu, 31 Agustus 2025.

Budiman mengatakan keresahan yang disuarakan para pengunjuk rasa memiliki keterkaitan erat dengan misi utama Presiden Prabowo dalam melawan kemiskinan. Ia menilai komitmen itu sejalan dengan cita-cita reformasi untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.

Baca Juga: Didampingi 8 Parpol, Prabowo Sampaikan Sikap Bersama soal Demonstrasi

Budiman menambahkan, Presiden Prabowo juga mengingatkan jika perbedaan dalam demokrasi tidak boleh diartikan sebagai perpecahan.

Menurutnya, pesan tersebut ditujukan kepada para pejabat, anggota DPR, maupun masyarakat luas agar tetap mengutamakan persatuan.

"Karena beliau mengingatkan bahwa menteri-menterinya, semua pejabat, anggota DPR dan rakyat semua harus mencintai rakyat dan setia bangsa," ujarnya.

Budiman menegaskan, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga kesatuan sebagai syarat untuk mencapai tujuan bangsa.

Baca Juga: Prabowo: Aparat Harus Tegakkan Hukum Secara Tegas dan Adil

"Dalam persatuan lah kita bisa mencapai tujuan-tujuan yang diminta oleh para pengunjuk rasa itu,” katanya.

Terkait komunikasi yang harus dijalankan oleh Presiden Prabowo dalam menangani situasi ini, Budiman menilai Kepala Negara merupakan sosok yang dialogis.

Hal itu terlihat dari kesediaannya berdialog dengan berbagai komponen, termasuk kedatangannya ke rumah almarhum pengemudi ojol Affan Kurniawan.

Menurut Budiman, langkah yang dilakukan Presiden Prabowo saat ini sudah cukup karena disertai dengan kebijakan dan regulasi yang akan dijalankan.

Baca Juga: Prabowo Perintahkan Kementerian/Lembaga Terima Kritik dan Perbaikan dari Masyarakat

"Tentu saja beliau sebagai Presiden mempunyai tindakan-tindakan, regulasi, kebijakan-kebijakan yang nantinya pasti akan disampaikan oleh beliau," tukas Budiman.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah ketua umum partai politik dan anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Minggu (31/8/2025) siang.

(Sumber: Antara)

x|close