Ntvnews.id, Amerika Serikat - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan bahwa Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, tidak seharusnya melancarkan serangan ke Moskow. Pernyataan ini ia berikan sebagai tanggapan atas laporan yang menyebutkan bahwa Trump pernah mempertanyakan kepada Zelenskyy mengenai kemungkinan menyerang ibu kota Rusia tersebut.
“Tidak, dia tidak seharusnya menyerang Moskow,” kata Trump pada Selasa, 15 Juli 2025 waktu setempat, sembari membantah bahwa ia akan menyediakan rudal jarak jauh untuk Ukraina.
Selain itu, Trump kembali mengulangi ancamannya terhadap Rusia. Ia mengatakan bahwa sanksi tambahan dan tarif akan diberlakukan jika Moskow tidak sepakat dengan gencatan senjata di Ukraina dalam waktu yang ia tetapkan sendiri.
“Jika dalam 50 hari kita belum mencapai kesepakatan, itu akan menjadi kabar buruk. Tarif akan diberlakukan. Sanksi lainnya juga akan diterapkan,” ujar Trump di hadapan wartawan di Gedung Putih.
Ia juga menyampaikan kekecewaannya terhadap Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan mengkritik penanganan konflik yang menurutnya merupakan tanggung jawab pemerintahan saat ini.
Baca Juga: Donald Trump Kenakan Tarif Impor 32 Persen ke Indonesia
“Kita akan lihat apa yang terjadi dengan Presiden Putin. Sejauh ini, saya sangat kecewa dengan Presiden Putin. Saya sudah menyelesaikan banyak konflik dalam tiga bulan terakhir, tapi konflik yang satu ini belum juga tuntas. Ini perang Biden, bukan perang Trump. Saya di sini untuk mencoba mengakhiri kekacauan ini,” tambahnya.
Menanggapi ultimatum Trump, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Ryabkov, pada hari yang sama menolak tenggat waktu 50 hari tersebut. Ia menegaskan bahwa Rusia tidak akan menerima tekanan dalam bentuk apa pun.
“Setiap upaya untuk mengajukan tuntutan, apalagi ultimatum, tidak dapat diterima bagi kami,” tegas Ryabkov.
Ia juga menyerukan perlunya peningkatan diplomasi dan langkah politik, sambil menegaskan kembali bahwa Presiden Vladimir Putin tetap membuka pintu untuk dialog dan penyelesaian damai melalui jalur diplomatik.
(Sumber: Antara)