Menko Yusril Tekankan Pentingnya Pembatasan Jumlah Calon Presiden

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Jan 2025, 15:37
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (NTVnews.id/Deddy Setiawan)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menekankan pentingnya pembatasan jumlah calon presiden yang seimbang dalam Pemilu 2029. Hal ini disampaikan saat ditanyai terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menghapus ambang batas pencalonan presiden.

"MK memberikan panduan agar jumlah calon presiden tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit. Misalnya, jika 30 partai politik mencalonkan masing-masing satu pasangan, itu terlalu banyak. Sebaliknya, jika hanya ada satu pasangan calon, itu juga tidak ideal," jelas Yusril di Kompleks Instana Negara, Jakarta, Jumat, 10 Januari 2025.

Menurutnya, partai politik dapat bergabung untuk mencalonkan pasangan calon, tetapi mekanisme penggabungan tersebut harus diatur dengan jelas.

Baca Juga: Kemenko Yusril: Pemindahan Mary Jane dari Yogya ke Jakarta Sesuai Prosedur

"Misalnya, jika lima partai bergabung, bisa menghasilkan enam pasangan calon. Tapi jika tidak dibatasi, bisa saja hanya ada dua pasangan calon, kembali seperti sebelumnya," ujarnya.

Yusril juga menyoroti risiko munculnya calon tunggal jika tidak ada pengaturan yang jelas.

"Demokrasi langsung yang melibatkan seluruh rakyat tidak memungkinkan adanya aklamasi seperti dalam pemilihan tidak langsung," tambahnya.

Baca Juga: Yusril: Transfer Bali Nine Bukan Soal Kasus Melainkan Beratnya Hukuman

Pemerintah akan menyusun norma baru untuk menggantikan Pasal 222 yang telah dibatalkan MK. Proses ini akan melibatkan konsultasi dengan DPR dan partai politik untuk memastikan mekanisme pencalonan presiden berjalan lancar.

"Tujuan utama adalah memastikan Pemilu 2029 dapat berlangsung tanpa hambatan, dengan jumlah calon yang cukup untuk mencerminkan demokrasi, tetapi tidak terlalu banyak sehingga menyulitkan proses pemilu," pungkas Yusril.

TERKINI

21.800 Rumah di Kumamoto Jepang Dilaporkan Rusak Akibat Gempa

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 13:27 WIB

Kemlu Pastikan Seluruh WNI di Kolombia Aman Usai Gempa M7,4

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 13:21 WIB

Pemimpin Tertinggi Iran Tunjuk 6 Komandan Militer Baru

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 13:09 WIB

KPK Pertimbangkan Panggil Kembali Ridwan Kamil Kasus BJB

Nasional Selasa, 11 Agu 2026 | 12:58 WIB

Overstay 3.073 Hari, WN Nigeria Jadi Tersangka Imigrasi

Metro Selasa, 11 Agu 2026 | 12:51 WIB

Update Gempa M7,4 di Kolombia: Korban Tewas 111 Orang

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 12:51 WIB

AS Cabut Lebih dari 175.000 Visa Sejak Trump Kembali Menjabat

Luar Negeri Selasa, 11 Agu 2026 | 12:45 WIB
Load More

HIGHLIGHT

x|close