Prabowo: Kita Dituduh Kabinet Gemuk, Nggak Efisien

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Okt 2026, 17:10
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto. Presiden Prabowo Subianto. (YouTube)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto angkat bicara soal jumlah anggota kabinetnya yang dinilai gemuk. Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Oktober 2026.

Menurut Prabowo, meski gemuk, Kabinet Merah Putih telah bekerja dengan efisien selama dua tahun pemerintahan.

Awalnya, Prabowo mengatakan politik yang dijalankannya menimbulkan konsekuensi berupa koalisi besar pendukung pemerintah. Karena, Prabowo ingin sebanyak mungkin kekuatan bersatu untuk menjalankan perbaikan kehidupan rakyat Indonesia.

"Saya tidak mau mengulangi-ulangi, mengutak-utik yang sudah lewat. Negara sebesar kita, dinamika politik sebesar kita, pasti persaingannya keras, kursi terbatas," ujar Prabowo.

"Kok ada yang senyum ini. Pemimpin partai ini sadar kursi terbatas. Presiden hanya satu. Kita dituduh kabinet gemuk, iya kan? Tidak efisien," imbuhnya.

Menurut Prabowo, Indonesia memiliki penduduk hampir 300 juta jiwa. Indonesia juga memiliki ukuran sebesar Eropa. Sehingga, menurutnya wajar apabila jumlah anggota kabinet begitu banyak.

"Eropa itu 30 negara, ada 30 kabinet, ada 30 menteri keuangan, ada 30 panglima TNI , ada 30 jaksa agung, ada 30 kapolri. Indonesia satu kabinet saudara-saudara. Mana yang tidak efisien, mana yang tidak efisien, dan kita mampu mengendalikan," tutur Prabowo.

"Ada bencana alam kita hadapi. Sumatra bagian utara kemarin habis-habisan kita turun. Gempa bumi, Krakatau, karhutla (kebakaran hutan dan lahan) kita kompak kita hadapi. Kita tidak puas, kita belajar," imbuhnya.

x|close