Asap Karhutla di Jakarta Mulai Berkurang, Pemprov DKI Imbau Warga Tetap Waspada

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Okt 2026, 15:53
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Chico Hakim Chico Hakim (NTVNews.id/ Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun kondisi asap yang terpantau di Ibu Kota dan sekitarnya mulai berkurang sejak Jumat, 16 Oktober 2026.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim mengatakan perubahan pola angin membuat pergerakan asap mulai menjauh dari wilayah Jawa bagian barat. Kendati demikian, masyarakat diminta tidak lengah terhadap kemungkinan perubahan kondisi atmosfer.

“Pemprov DKI Jakarta akan terus menyampaikan informasi terkini berdasarkan data akurat dari BMKG dan instansi terkait. Masyarakat diimbau untuk tidak panik, tetap waspada, dan mengutamakan kesehatan bersama,” kata Chico di Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.

Chico menjelaskan, pemerintah daerah terus memantau perkembangan sebaran asap yang sebelumnya terindikasi bergerak dari wilayah Sumatera dan Kalimantan menuju kawasan Jabodetabek.

“Berkurang dari Jumat karena angin. Tapi kita terus waspada kalau kalau ada perubahan arah angin,” ungkapnya.

Pantau Pergerakan Asap Karhutla

Ilustrasi Kabut polusi udara menyelimuti gedung-gedung di kawasan Jakarta. <b>(ANTARA)</b> Ilustrasi Kabut polusi udara menyelimuti gedung-gedung di kawasan Jakarta. (ANTARA)

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui citra satelit Himawari, sebaran asap karhutla terdeteksi melintas di lapisan atmosfer atas kawasan Jabodetabek pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Chico menjelaskan, keberadaan asap pada ketinggian beberapa kilometer tidak serta-merta berdampak langsung terhadap kualitas udara di permukaan yang dihirup masyarakat.

Meski pergerakan asap terpantau mulai menjauhi Jabodetabek, Pemprov DKI tetap menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan arah angin yang dapat membawa asap kembali mendekati wilayah Ibu Kota.

Masyarakat juga diminta memantau informasi kualitas udara melalui kanal resmi BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, maupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara, Pemprov DKI mengimbau warga menggunakan masker N95 atau KN95 ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama apabila kondisi kualitas udara memburuk.

Kelompok masyarakat yang lebih rentan, seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta orang dengan penyakit pernapasan atau penyakit penyerta, juga diminta membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan.

Chico mengingatkan masyarakat agar segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala gangguan pernapasan.

"Segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala gangguan pernapasan. Hubungi layanan darurat Jakarta Siaga di nomor 112 jika membutuhkan bantuan cepat. Hindari juga membakar sampah atau aktivitas yang menambah polusi udara," ujar Chico.

x|close