Kerusuhan Massal di Prancis: 2.397 Orang Ditahan, Ratusan Polisi Luka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Okt 2026, 11:25
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Polisi terlibat bentrokan dengan para pengunjuk rasa dalam demonstrasi memprotes kenaikan biaya hidup, tingginya harga bahan bakar, serta kondisi dana pendidikan di Paris, Prancis, Minggu (18/10/2026). Polisi terlibat bentrokan dengan para pengunjuk rasa dalam demonstrasi memprotes kenaikan biaya hidup, tingginya harga bahan bakar, serta kondisi dana pendidikan di Paris, Prancis, Minggu (18/10/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Kementerian Dalam Negeri Prancis merilis data terbaru yang menunjukkan eskalasi tingkat keparahan dalam kerusuhan massal yang melanda berbagai wilayah di negara tersebut pada Sabtu (17/10) lalu.

Berdasarkan laporan yang disiarkan oleh stasiun televisi Prancis BFMTV pada hari Minggu, pihak kementerian mengonfirmasi bahwa jumlah orang yang ditahan melonjak hingga mencapai 2.397 orang.

Selain itu, gelombang bentrokan fisik yang terjadi antara massa pengunjuk rasa dan aparat penegak hukum juga mengakibatkan sebanyak 997 personel kepolisian dan gendarmerie (polisi militer) mengalami luka-luka.
 
 
Ilustrasi aksi unjuk rasa di Prancis <b>(Antara)</b> Ilustrasi aksi unjuk rasa di Prancis (Antara)
Dari total personel yang cedera, tujuh di antaranya dilaporkan berada dalam kondisi serius dan harus mendapatkan perawatan intensif.

Kericuhan berskala besar ini dipicu oleh aksi demonstrasi nasional menentang lonjakan biaya hidup serta tingginya harga-harga kebutuhan di seluruh Prancis.
 
Aksi penyampaian aspirasi yang awalnya berjalan luas tersebut berujung pada bentrokan terbuka, tindakan penjarahan massal di berbagai gerai ritel, serta aksi vandalisme dan perusakan fasilitas umum oleh kelompok massa yang bertindak anarkis.
 
 
(Sumber: Antara)
 
x|close