Ntvnews.id, Jakarta -Kementerian Dalam Negeri Prancis merilis data terbaru yang menunjukkan eskalasi tingkat keparahan dalam kerusuhan massal yang melanda berbagai wilayah di negara tersebut pada Sabtu (17/10) lalu.
Berdasarkan laporan yang disiarkan oleh stasiun televisi Prancis BFMTV pada hari Minggu, pihak kementerian mengonfirmasi bahwa jumlah orang yang ditahan melonjak hingga mencapai 2.397 orang.
Selain itu, gelombang bentrokan fisik yang terjadi antara massa pengunjuk rasa dan aparat penegak hukum juga mengakibatkan sebanyak 997 personel kepolisian dan gendarmerie (polisi militer) mengalami luka-luka.
Ilustrasi aksi unjuk rasa di Prancis (Antara) Kericuhan berskala besar ini dipicu oleh aksi demonstrasi nasional menentang lonjakan biaya hidup serta tingginya harga-harga kebutuhan di seluruh Prancis.
Aksi penyampaian aspirasi yang awalnya berjalan luas tersebut berujung pada bentrokan terbuka, tindakan penjarahan massal di berbagai gerai ritel, serta aksi vandalisme dan perusakan fasilitas umum oleh kelompok massa yang bertindak anarkis.
(Sumber: Antara)
Polisi terlibat bentrokan dengan para pengunjuk rasa dalam demonstrasi memprotes kenaikan biaya hidup, tingginya harga bahan bakar, serta kondisi dana pendidikan di Paris, Prancis, Minggu (18/10/2026). (Antara)