Demo Biaya Hidup di Eropa Memanas, Prancis hingga Italia Ricuh

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Okt 2026, 10:34
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
demonstrasi memprotes meningkatnya biaya hidup. demonstrasi memprotes meningkatnya biaya hidup.

Ntvnews.id, Jakarta - Ratusan ribu orang Eropa turun ke jalan dalam demonstrasi terpisah untuk memprotes meningkatnya biaya hidup. Gelombang kerusuhan Sabtu di Belgia, Prancis, Italia, dan Portugal.

Prancis mengalami salah satu hari protes yang paling bergejolak dengan lebih dari 550.000 orang bergabung dalam demonstrasi.

Demonstrasi berubah menjadi bentrokan, penjarahan dan kebakaran setelah kelompok-kelompok pinggiran yang kejam menargetkan bangunan umum, butik mewah dan supermarket, dan menyerang kendaraan polisi dan petugas.

Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu mengatakan 1.200 orang ditangkap dan 150 petugas polisi terluka seperti dikutip dari Aljazeera, Minggu 18 Oktober 026. 

Baca juga: Di Balik Kotak Suara, KPU dan Perjalanan Panjang Demokrasi Indonesia

Wali Kota Paris Emmanuel Gregoire mengatakan sejumlah jalan di ibu kota mengalami kerusakan akibat kerusuhan.

Di Limoges, kebakaran dipicu pengunjuk rasa bertopeng dilaporkan merusak sebagian besar balai kota yang telah berdiri selama lebih dari 140 tahun. 

Sementara itu, balai kota di Marseille dan Lille dibobol dan dirusak. Di Lyon, pengunjuk rasa membakar kantor pariwisata kota.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa pihak yang bertanggung jawab atas kekerasan tersebut akan diproses hukum.

"Dituntut dan dihukum," tulis Macron melalui akun X miliknya.

Baca juga: 2 Pemimpin Partai Kecoak India Ditahan usai Terobos Barikade Demo

Demo di Belgia hingga Portugal

Di Belgia, polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan demonstrasi di Brussels. Aparat menuduh sejumlah pengunjuk rasa melemparkan benda ke arah polisi dan melakukan pembakaran.

Brussels sebelumnya juga menghadapi aksi demonstrasi mahasiswa selama beberapa pekan terkait biaya pendaftaran universitas. 

Di Liege, kota di sebelah timur Brussels, polisi turut mengerahkan meriam air untuk membubarkan massa. Jumlah demonstran di kedua lokasi tersebut belum diketahui secara pasti.

Sementara itu, di Lisbon, Portugal, puluhan ribu orang diperkirakan mengikuti demonstrasi menentang krisis biaya hidup, rendahnya upah, dan sulitnya mendapatkan tempat tinggal di kota-kota besar.

Tekanan di sektor perumahan menjadi salah satu persoalan utama di Portugal. 

Harga rumah di negara tersebut dilaporkan meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 2017, sementara harga sewa untuk kontrak baru juga mengalami kenaikan tajam.

Baca juga: Demonstrasi Pelajar di Prancis Berlanjut, Sekitar 200 Sekolah Ditutup

Di Italia, demonstrasi di Milan yang awalnya berlangsung damai turut berujung bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi. Aksi tersebut digelar untuk memprotes perang dan meningkatnya biaya hidup.

Sejumlah pengunjuk rasa bertopeng dilaporkan melemparkan batu, balok, dan benda lainnya ke arah polisi antihuru-hara. Mereka juga membakar barikade yang terbuat dari meja bar, menjarah toko-toko, dan merusak sejumlah properti di pusat kota.

Polisi menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan massa. 

x|close