Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyambut para raja, sultan, dan keluarga besar Keraton Nusantara dalam acara Royal Dinner Sarasehan Nasional serta Musyawarah Agung Raja-Sultan Nusantara 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026, menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan kebangsaan sekaligus melestarikan warisan budaya Nusantara.
Wakil Gubernur DKI, Jakarta Rano Karno menyampaikan bahwa pertemuan para pemangku adat dan keluarga keraton dari berbagai daerah memiliki peran penting dalam menjaga keberagaman tradisi Indonesia. Menurutnya, Jakarta sebagai kota global yang inklusif harus terus memberikan ruang bagi perkembangan seni dan kebudayaan Nusantara.
"Malam ini, kita dipertemukan oleh satu semangat yang sama, yaitu menjaga warisan budaya dan mempererat tali persaudaraan. Meski berasal dari berbagai daerah dengan adat dan tradisi yang berbeda, kita memiliki kecintaan yang sama terhadap kekayaan budaya Nusantara," katanya.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap peran historis keraton dan kesultanan dalam perjalanan peradaban Indonesia, Pemprov DKI Jakarta berencana memasukkan agenda silaturahmi raja dan sultan Nusantara ke dalam kalender resmi kegiatan peringatan 500 tahun Kota Jakarta.
Rano menyatakan telah menginstruksikan Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta untuk mengintegrasikan agenda tersebut dalam rangkaian kegiatan menyambut lima abad Jakarta.
Langkah ini diharapkan memperkuat posisi kebudayaan sebagai bagian penting dari identitas ibu kota, sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi para pemangku tradisi untuk berkontribusi dalam perayaan bersejarah tersebut.
"Hari ini saya instruksikan kepada Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Kebudayaan untuk memasukkan agenda kehadiran para raja dan sultan Nusantara ke dalam kalender kegiatan resmi memperingati 500 tahun Kota Jakarta," ungkapnya.
Selain mengintegrasikan agenda keraton ke dalam kalender peringatan lima abad Jakarta, Pemprov DKI juga mengundang para raja, sultan, dan keluarga besar keraton untuk berpartisipasi dalam pagelaran Jakarta Penuh Warna di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Acara tersebut dirancang untuk menampilkan kekayaan budaya dan keberagaman etnis yang hidup berdampingan di Jakarta. Para peserta diharapkan mengenakan pakaian adat masing-masing sehingga masyarakat dapat mengenal lebih dekat tradisi dari berbagai wilayah Indonesia.
Rano menilai keterlibatan para pemangku adat akan memperkuat pesan bahwa keberagaman budaya merupakan salah satu kekuatan bangsa yang perlu dirawat bersama.
"Saya berharap semua raja, sultan, dan keluarga ikut hadir dalam acara Jakarta Penuh Warna dengan pakaian adat masing-masing, supaya masyarakat tahu bahwasanya Indonesia memiliki kekuatan budaya yang luar biasa," imbuhnya.
FSKN Apresiasi Dukungan Pemprov DKI Jakarta
Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), Brigjen Pol. (Purn.) Mapparessa, mengapresiasi sambutan dan dukungan Pemprov DKI Jakarta terhadap penyelenggaraan Musyawarah Agung Raja-Sultan Nusantara 2026.
Menurut Mapparessa, kegiatan lima tahunan tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperkuat hubungan antarkeraton sekaligus mempersiapkan kontribusi mereka dalam menyambut peringatan 500 tahun Kota Jakarta.
"Kami merasa bangga dan bersyukur atas sambutan hangat dari Pemprov DKI Jakarta. Musyawarah Agung ini menjadi langkah pemanasan untuk menyongsong perayaan 5 Abad Jakarta, di mana para raja dan sultan se-Nusantara siap berkontribusi aktif meramaikannya," ungkapnya.
Mapparessa menambahkan, sinergi ini akan terus diperkuat, khususnya dalam mengedukasi generasi muda agar senantiasa mencintai dan melestarikan warisan leluhur di tengah arus modernisasi.
"Jakarta memiliki daya tarik dan sejarah peradaban yang luar biasa. Kami di FSKN siap bersinergi menjadikan Jakarta sebagai mercusuar budaya Nusantara yang senantiasa mengedukasi dan membanggakan anak cucu kita ke depan," pungkasnya.
Rano Karno (Pemprov DKI)