Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui penerimaan bantuan dari negara-negara tetangga untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, pembahasan teknis mengenai mekanisme bantuan tersebut kini tengah dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Itu sudah dibahas ya, dan itu sekarang dalam proses. Bapak Presiden juga seperti kita ketahui sudah menyampaikan persetujuannya,” ujar Arrmanatha Nasir usai menghadiri rapat tertutup dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026.
Arrmanatha menjelaskan bahwa Prabowo memberikan perhatian serius terhadap penanganan karhutla karena dampaknya meluas ke berbagai daerah, bahkan wilayah di luar Indonesia.
Hingga 13 Oktober 2026, sebanyak 60.177 personel gabungan telah dikerahkan untuk menangani kebakaran. Personel tersebut berasal dari pemadam kebakaran (damkar), TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, dinas kehutanan daerah, serta unsur relawan.
Baca Juga: Malaysia Segera Kirim Helikopter hingga Tim Pemadam untuk Bantu Atasi Karhutla Kalimantan
Selain mengerahkan personel, pemerintah juga menggunakan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista), termasuk helikopter dan pesawat. Armada tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pemadaman melalui metode water bombing serta pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
“Langkah-langkah yang telah dilakukan Indonesia selama ini sangat kuat ya. Ini menunjukkan komitmen kita untuk segera menyelesaikan masalah ini,” kata Arrmanatha.
Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi menyatakan kesiapan negaranya membantu Indonesia menangani karhutla. Pernyataan itu disampaikan saat bertemu dengan Presiden Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada 18 September 2026.
Dalam bantuan tersebut, Malaysia berencana mengirimkan satu pesawat, tiga helikopter, dan 52 personel pemadam kebakaran untuk mendukung operasi penanganan kebakaran di Indonesia.
Baca Juga: Jepang Kirim Tiga Helikopter untuk Bantu Indonesia Atasi Karhutla
Prabowo menyebut kesediaan negara-negara sahabat memberikan bantuan menunjukkan bahwa kebakaran hutan merupakan persoalan lingkungan yang dampaknya turut dirasakan oleh negara lain.
"Ini adalah masalah lingkungan hidup yang mempengaruhi banyak pihak dan walaupun itu kebakaran di Indonesia, tapi dampaknya dirasakan di tetangga-tetangga kita. Jadi mereka ingin bantu kita, dan kita terima dengan baik," katanya.
(Sumber: Antara)
Pengendara motor melintas di Jembatan Kahayan yang diselimuti asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu, 11 Oktober 2026. (Antara)