Menlu Arrmanatha Nasir Tegaskan Diplomasi Indonesia Harus Berdampak bagi Rakyat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Okt 2026, 05:33
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri RI yang baru dilantik, Arrmanatha Nasir, Menteri Luar Negeri RI yang baru dilantik, Arrmanatha Nasir, (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir atau Tata menegaskan bahwa diplomasi Indonesia harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat. Menurutnya, keberhasilan diplomasi tidak hanya diukur dari hubungan antarnegara, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Tata dalam konferensi pers di Gedung Palapa, Kementerian Luar Negeri, Senin, 12 Oktober 2026. Keterangan itu diberikan beberapa jam setelah dirinya menerima serah terima jabatan dari Menteri Luar Negeri sebelumnya, Sugiono.

"Diplomasi akan terus kita arahkan untuk mendukung ketahanan nasional dengan memajukan agenda transformasi besar dan strategis Bapak Presiden Prabowo," kata dia.

Tata menjelaskan, agenda pembangunan nasional menjadi landasan utama dalam menentukan arah diplomasi Indonesia. Kebijakan luar negeri, menurutnya, harus berkontribusi terhadap penguatan ketahanan nasional sekaligus mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto.

"Ukurannya sederhana. Diplomasi harus terasa sampai di meja makan rakyat," kata dia.

Baca Juga: Arrmanatha Nasir Ungkap Detik-detik Diberi Tahu Jadi Menlu

Ia menambahkan, diplomasi perlu memberikan kontribusi konkret di berbagai sektor strategis, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan dan energi hingga pengembangan industri pertahanan, perdagangan, investasi, kesehatan, dan penguatan kedaulatan maritim.

"Artinya, diplomasi ikut bekerja untuk ketahanan pangan dan energi realisasi dan transformasi digital industri pertahanan, perdagangan dan investasi kesehatan serta kedaulatan maritim kita, imbuh Tata.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai Menlu, Tata menyatakan Indonesia akan memperkuat sekaligus memperluas kerja sama bilateral dengan berbagai negara. Langkah tersebut diarahkan untuk menghasilkan manfaat konkret yang sejalan dengan prioritas pembangunan nasional.

Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah memperkuat ketahanan pangan dan mendorong tercapainya swasembada pangan. Indonesia menjalin kerja sama dengan Korea Selatan dan Jepang untuk meningkatkan produksi beras.

Selain itu, pemerintah Indonesia menjalin kerja sama investasi dengan pengusaha Vietnam untuk mengembangkan peternakan sapi perah berskala besar di Tanah Air. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung penguatan sektor peternakan dan pemenuhan kebutuhan pangan nasional.

Kementerian Luar Negeri juga meningkatkan hubungan bilateral dengan sejumlah negara. Hubungan Indonesia dengan Thailand dan Mesir ditingkatkan menjadi kemitraan strategis atau strategic partnership.

Sementara itu, hubungan Indonesia dengan Vietnam dan Prancis ditingkatkan menjadi kemitraan strategis komprehensif atau comprehensive strategic partnership pada tahun ini.

Melalui penguatan kemitraan tersebut, pemerintah berharap diplomasi Indonesia semakin mampu mendukung kepentingan nasional dan menghadirkan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

TERKINI

Load More
x|close