BGN Tegaskan Lokasi Penemuan Pria Terborgol di Kendal Bukan Gedung SPPG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Okt 2026, 14:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bangunan yang menjadi lokasi penemuan jasad pria dengan tangan terborgol di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, bukan merupakan gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Bangunan tersebut juga dipastikan tidak berkaitan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan koordinator wilayah setempat untuk memverifikasi informasi yang beredar di masyarakat.

“Berdasarkan hasil penelusuran dan koordinasi yang telah kami lakukan, bangunan tersebut bukan merupakan gedung SPPG dan tidak memiliki ID SPPG resmi. Di lokasi tersebut juga tidak pernah terdapat kegiatan maupun aktivitas yang berkaitan dengan Program MBG,” ujar Tysa, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Tysa menjelaskan, bangunan tersebut juga tidak termasuk dalam gedung yang terdampak kebijakan moratorium pembangunan maupun operasional SPPG. Selain itu, tidak ada mitra BGN yang menyatakan bahwa bangunan tersebut merupakan miliknya.

“Dengan demikian, dapat kami tegaskan bahwa bangunan tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan Badan Gizi Nasional maupun pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis,” tegas Tysa.

Menurutnya, klarifikasi tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab BGN dalam memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat sekaligus meluruskan kabar yang menghubungkan lokasi penemuan jasad dengan program pemerintah.

Baca Juga: BGN Minta CCTV SPPG Terhubung ke Pusat untuk Perketat Pengawasan MBG

BGN juga mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam menyikapi informasi yang beredar. Masyarakat diminta mengacu pada keterangan resmi dan tidak terburu-buru menghubungkan suatu peristiwa dengan program pemerintah sebelum fakta serta keterkaitannya dipastikan.

Di tengah peristiwa tersebut, BGN turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Tysa berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.

“Segenap jajaran Badan Gizi Nasional menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan,” tutup Tysa.

Sebelumnya, warga Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, dihebohkan oleh penemuan jasad Donna Nuzulul Aditya (29) pada Selasa, 6 Oktober 2026. Jenazah korban ditemukan dalam kondisi membusuk dengan kedua tangan terborgol di sebuah bangunan yang disewa untuk calon dapur SPPG.

Polisi menduga korban meninggal dunia akibat pembunuhan. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut.

x|close