Ntvnews.id, Jakarta - Kasus kebakaran di Kabupaten Bekasi terus meningkat sepanjang 2026. Hingga September, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi telah menangani 422 kejadian kebakaran.
Jumlah tersebut bahkan telah melampaui total kejadian kebakaran yang tercatat sepanjang 2025. Kepala Disdamkarmat Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya, mengatakan salah satu faktor yang memicu peningkatan tersebut adalah kondisi cuaca panas ekstrem.
“Kenaikan tahun 2026 disebabkan karena adanya cuaca panas ekstrem yang terjadi mulai Juli, Agustus sampai Oktober 2026,” ujar Adeng.
Menurutnya, objek yang terbakar cukup beragam. Kebakaran tidak hanya terjadi di lahan kosong, tetapi juga menyasar rumah warga, lapak, toko, hingga bangunan pabrik.
“Objek kebakaran cukup beragam, baik lahan, rumah tinggal maupun bangunan usaha dan industri,” katanya, dikutip dari berbagai sumber.
Informasi diunggah akun bekasi terkini.
View this post on Instagram
Kondisi kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran, khususnya pada lahan kosong yang dipenuhi ilalang dan vegetasi kering. Petugas turut menangani sejumlah kebakaran yang melibatkan alang-alang, sampah, hingga limbah.
Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak membakar sampah maupun lahan secara sembarangan. Dalam kondisi lingkungan yang kering, api dapat dengan cepat membesar dan menyebar ke area di sekitarnya.
Di tengah meningkatnya kejadian kebakaran, Disdamkarmat Kabupaten Bekasi juga masih menghadapi keterbatasan personel dan armada. Saat ini terdapat sekitar 220 personel dan 17 armada, sementara kebutuhan ideal diperkirakan mencapai 500 personel serta satu armada pemadam di setiap kecamatan.
Dengan kondisi tersebut, kewaspadaan dan pencegahan dari masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran, terutama selama periode cuaca panas dan kering.
Baca Juga: Pramono: 34 Kebakaran Berhasil Dicegah
Ilustrasi kebakaran (Pixabay)