Pemuda Asal Jakarta Hilang Terseret Ombak di Pantai Karangnaya Sukabumi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Agu 2026, 15:28
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi tenggelam Ilustrasi tenggelam (Pixabay/ Miller_Eszter)

NTVNews.id, Sukabumi - Seorang pemuda asal Jagakarsa, Jakarta Selatan, Ahmad Nadif Fadilah (21) dilaporkan hilang setelah diduga terseret ombak saat berenang di Pantai Karangnaya, Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026 sekitar pukul 07.00 WIB. Hingga sore hari, korban belum ditemukan sehingga tim SAR gabungan memperluas area pencarian.

"Seorang pemuda, Ahmad Nadif Fadilah (21), dilaporkan hilang setelah diduga terseret ombak besar saat berenang di Pantai Karangnaya, Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Senin (17/8/2026) sekitar pukul 07.00 WIB," tulis keterangan unggahan akun Instagram @kantorsar_jakarta, dikutip Selasa, 18 Agustus 2026.

Tim SAR Sisir Laut, Darat hingga Gunakan Drone

Setelah menerima laporan, Basarnas melalui Pos SAR Sukabumi bersama sejumlah unsur  langsung menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian.

Pada hari pertama pencarian, tim membagi operasi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk menjangkau sejumlah area yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan korban.

SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di sekitar perairan hingga radius 2 nautical mile (NM) dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU 2 melakukan pencarian melalui jalur darat dengan menyisir kawasan hingga sejauh 1 kilometer dari titik korban terakhir terlihat.

Adapun SRU 3 melakukan pemantauan dari udara menggunakan drone dengan radius sekitar 200 meter di sekitar lokasi kejadian.

Meski pencarian dilakukan melalui berbagai metode, Ahmad Nadif belum berhasil ditemukan hingga operasi hari pertama berakhir.

Pencarian Dilanjutkan dan Area Diperluas

Tim SAR kembali melanjutkan pencarian pada Selasa, 18 Agustus 2026. Area pencarian pun diperluas berdasarkan hasil evaluasi kondisi di lapangan.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari mengatakan bahwa seluruh unsur SAR terus mengoptimalkan pencarian korban melalui jalur laut, darat, maupun udara.

"Kami bersama seluruh unsur potensi SAR terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban dengan mengoptimalkan penyisiran laut, darat, maupun pemantauan menggunakan drone. Kami juga mengimbau kepada seluruh personel agar tetap mengutamakan keselamatan selama pelaksanaan operasi, mengingat kondisi ombak dan arus di lokasi," katanya.

Operasi pencarian Ahmad Nadif melibatkan sejumlah unsur gabungan. Selain Pos SAR Sukabumi, pencarian juga didukung Polairud Polres Sukabumi, Balawista, RAPI Lokal 1, SAKA SAR, Pegawai SBH, Syahbandar, serta keluarga korban.

Tim gabungan akan terus melakukan pencarian hingga korban ditemukan dengan mempertimbangkan perkembangan cuaca, kondisi ombak, arus laut, serta hasil penyisiran pada operasi sebelumnya.

HIGHLIGHT

x|close