Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh akses pendidikan yang layak. Karena itu, pemerintah terus mempercepat program renovasi sekolah yang disebut sebagai salah satu proyek perbaikan pendidikan terbesar dalam sejarah.
Prabowo menyebut hingga 2026 sebanyak 71.744 sekolah telah direnovasi. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 16.167 sekolah. Pemerintah menargetkan renovasi 100.000 sekolah rampung pada 2029, mencakup jenjang SD, SMP, SMA, SMK, hingga pesantren.
Selain memperbaiki infrastruktur, pemerintah juga meningkatkan fasilitas pembelajaran dengan memasang layar pintar interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP) di sekolah-sekolah seluruh Indonesia. Pada 2025, setiap sekolah telah mendapatkan satu layar pintar.
Ke depan, pemerintah berencana menambah tiga layar pintar di setiap sekolah. Dengan demikian, total terdapat empat ruang kelas di setiap sekolah yang dilengkapi fasilitas tersebut.
Baca Juga: Prabowo: Kita Bekerja Habis-habisan untuk Rakyat
"Artinya, setap sekolah akan memiliki 4 ruang kelas yang dilengkapi layar pintar interaktif," ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, keberadaan teknologi tersebut memungkinkan para guru di berbagai wilayah Indonesia memperoleh akses terhadap kurikulum dan materi pembelajaran dari berbagai bidang. Bahkan, mereka juga dapat mengakses materi dan kurikulum dari luar negeri.
Pemerintah juga menyiapkan studio pembelajaran terpusat. Melalui fasilitas ini, guru-guru terbaik dapat menyampaikan materi secara jarak jauh yang kemudian ditayangkan ke ribuan sekolah melalui layar pintar.
"Pelajaran apa pun kita akan kumpulkan guru-guru terbaik, termasuk untuk bahasa asing. Mutlak harus kita kuasai," kata Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto Saat Pidato Kenegaraanndi Sidang Tahunan MPR 2026 (Istimewa)