Prabowo: Indonesia Mulai Wujudkan Swasembada Energi Lewat B50

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Agu 2026, 11:08
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto saat pidato kenegaraan di DPD, DPR, MPR RI Presiden Prabowo Subianto saat pidato kenegaraan di DPD, DPR, MPR RI (TV Parlemen)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan Indonesia mulai merealisasikan target swasembada energi melalui penerapan mandatori biodiesel 50 persen atau B50.

Menurut Prabowo, kebijakan B50 membuat Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor solar. Mandatori tersebut mulai diterapkan secara penuh sejak 1 Juli 2026.

"Janji swasembada energi sekarang sudah mulai kita wujudkan dengan pertama kali swasembada jenis solar kita berhasil produksi diesel dengan B50 dari kelapa sawit. Sehingga mulai tahun ini mulai 1 Juli 2026 kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri," ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam Rangka HUT ke-81 RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Agustus 2026.

Prabowo mengatakan penghentian impor solar turut memberikan keuntungan bagi keuangan negara. Pemerintah disebut mampu menghemat devisa hingga sekitar Rp170 triliun.

"Kita berhasil menghemat devisa Rp170 triliun, sekitar 9,5 miliar dolar as tidak lagi harus kita kirim ke luar negeri," ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Sebut 121 Kebijakan Transformatif Lahir dalam 21 Bulan Pemerintahan

Sebelumnya, Prabowo meresmikan penerapan biodiesel B50 pada 9 Juli 2026. Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menekan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak, khususnya solar.

Selain itu, kebijakan B50 diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi dan kemandirian energi nasional.

Peresmian program tersebut dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, serta sejumlah menteri lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyebut Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori biodiesel B50.

"Indonesia resmi menjadi negara pertama di Dunia yang menerapkan mandatori biodiesel B50. Ini bukan sekedar pencapaian teknologi, ini bukti Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alam sendiri untuk kepentingan rakyat sendiri," terang Prabowo dalam sambutannya di Karawang, Kamis (9/7/2026).

"Ini adalah tonggak penting dalam perjalanan kemandirian energi," tambah Prabowo.

Prabowo menilai terdapat tiga faktor penting yang menentukan kemandirian serta keberlangsungan sebuah negara. Ketiganya meliputi kemampuan menyediakan pangan bagi masyarakat, memiliki sumber energi sendiri tanpa bergantung kepada negara lain, serta memastikan ketersediaan sumber air.

"Hari ini saya bangga hadir di sini, hari ini saya tunggu-tunggu, dari sejak saya belum dilantik Presiden, ada tim inti saya tim penasehat saya selalu saya tekankan, harus swasembada pangan, harus swasembada energi, tidak boleh impor BBM, tidak boleh impor pangan. Dari sejak sebelum saya jadi presiden, sejak saya ketum HKTI. sejak saya menteri pertahanan. fokus saya akan kelola ini," tegas Prabowo.

Prabowo kemudian secara resmi meluncurkan program biodiesel B50 sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian energi Indonesia.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirahim pada siang ini hari Senin 9 Juli 2026 dengan rahmat tuhan yang maha besar, saya Prabowo Subianto Presiden Indonesia dengan ini saya luncurkan biodiesel B50," tutup Prabowo dalam peresmiannya.

HIGHLIGHT

x|close