Satgas Prabowonomics Panji Bangsa Fokus Kawal Program Ekonomi Prabowo hingga Tingkat Grassroot

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Agu 2026, 17:36
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Satuan Tugas (Satgas) Prabowonomics Panji Bangsa Satuan Tugas (Satgas) Prabowonomics Panji Bangsa (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Prabowonomics Panji Bangsa menyiapkan sejumlah agenda untuk mengawal implementasi kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pengawalan tersebut akan dilakukan mulai dari pemahaman substansi kebijakan hingga pemantauan langsung pelaksanaannya di lapangan.

Ketua Satgas Prabowonomics, Ahmad Riyadi atau Ary, mengatakan terdapat dua fokus utama yang akan menjadi landasan kerja satgas. Pertama, menjelaskan substansi dan arah kebijakan strategis Prabowonomics di sektor ekonomi. Kedua, memastikan berbagai program populis pemerintah terlaksana secara tepat sasaran dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

"Pada kesempatan kali ini kami juga ingin menjelaskan terkait soal agenda-agenda yang akan kami lakukan ke depan. Secara substansi, ada dua agenda utama yang akan dilakukan:
Menjelaskan dari hulu substansi program dan kebijakan strategis Prabowonomics dalam sektor ekonomi. Memastikan implementasi program populis yang selama ini dijalankan oleh Presiden Prabowo itu dapat terlaksana dengan baik, tepat sasaran, dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dan terhindar dari praktik-praktik yang berpotensi terjadi penyalahgunaan kewenangan," ujar Ary.

Menurut Ary, kedua fokus tersebut akan menjadi dasar kerja Satgas Prabowonomics untuk membantu masyarakat memahami arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo.

"Saya memberikan contoh, sebenarnya selama ini yang disorot adalah kebijakan-kebijakan yang terjadi di lapangan. Publik kita, masyarakat kita kurang tahu terkait soal arah dan orientasi kebijakan ekonomi konstitusi yang hari ini dibangun oleh Presiden Prabowo," katanya.

Baca Juga: Prabowo Sebut Molinas Jadi Bukti Sinergi Pemerintah, Swasta, BUMN, dan Akademisi

Ary mencontohkan sejumlah kebijakan pemerintah yang menurutnya perlu dipahami masyarakat, termasuk upaya memperkuat pengelolaan keuangan negara serta mengurangi potensi kebocoran fiskal.

Ia juga menyoroti program populis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut memiliki dampak signifikan bagi masyarakat, meski aspek tata kelolanya tetap perlu mendapat perhatian.

"Yang kedua, selama ini kita mengenal banyak sekali program populis yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Saya contohkan misalkan, ada program MBG. Fakta yang terjadi selama ini kita juga simak, evaluasi dari program ini adalah soal tata kelola. Tapi soal pemanfaatan program ini, dampaknya sangat signifikan," ujar Ary.

Ia menilai program MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga dapat membuka lapangan pekerjaan. Karena itu, Satgas Prabowonomics akan ikut memantau pelaksanaannya agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal.

"Terkait soal tata kelola, dengan adanya Satuan Tugas ini akan membantu untuk mensupervisi, memantau pelaksanaan aktivitas ini di lapangan," tuturnya.

Untuk memperkuat pengawasan hingga tingkat masyarakat, Satgas Prabowonomics berencana melibatkan jajaran di setiap provinsi serta kabupaten/kota. Ary mengatakan pihaknya akan menyiapkan pos layanan hotline sebagai sarana pemantauan program pemerintah.

"Kami kemudian punya gagasan dalam melibatkan semua pasukan Satgas di setiap provinsi dan kabupaten/kota akan membuat pos layanan hotline," katanya.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui Pasukan Jihad Kebangkitan Bangsa (Panji Bangsa) mendeklarasikan Satgas  <b>(NTVnews)</b> Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui Pasukan Jihad Kebangkitan Bangsa (Panji Bangsa) mendeklarasikan Satgas (NTVnews)

Menurut Ary, keberadaan hotline tersebut ditujukan untuk memastikan kebijakan ekonomi pemerintah di tingkat akar rumput berjalan sesuai sasaran dan tidak menimbulkan persoalan dalam pelaksanaannya.

"Pos layanan hotline ini akan bekerja mengawal dan memastikan pengelolaan kebijakan, terutama di sektor ekonomi di level grassroot, itu tidak terjadi ketimpangan dan kesemrawutan," ujarnya.

Selain pengawasan, Satgas Prabowonomics juga akan menggelar sejumlah forum diskusi kelompok terarah atau FGD mengenai berbagai kebijakan ekonomi.

"Kita sudah mengagendakan beberapa FGD terkait kebijakan ekonomi di berbagai sektor. Selain diskusi, satgas juga akan berperan aktif memantau di lapangan secara langsung untuk memastikan program pemerintah berjalan dan tepat sasaran," jelas Ary.

Ary menambahkan, agenda Satgas Prabowonomics juga akan diisi dengan dialog bersama berbagai kelompok masyarakat di sejumlah daerah. Kegiatan tersebut dijadwalkan dimulai pada 18 Agustus 2026 di Jawa Barat dengan melibatkan kelompok santri.

Selanjutnya, dialog akan digelar pada 22 Agustus di Sulawesi Selatan bersama kepala desa dan aktivis desa. Pada 28 Agustus, kegiatan berlanjut di Jawa Timur bersama komunitas nelayan.

Kemudian, pada 8 September, dialog akan digelar di Jakarta dengan kelompok ekonomi kreatif. Sementara pada 15 September, Satgas Prabowonomics dijadwalkan berdialog dengan kelompok petani di Jawa Tengah.

Dialog tersebut akan digunakan untuk menyerap pandangan masyarakat sekaligus melihat secara langsung pelaksanaan kebijakan ekonomi di lapangan.

Ary menegaskan, Satgas Prabowonomics tidak akan sekadar menjadi pendukung kebijakan pemerintah. Jika menemukan program yang berjalan baik, satgas akan mendorongnya. Sebaliknya, apabila terdapat kendala atau program belum tepat sasaran, temuan tersebut akan disampaikan sebagai bahan evaluasi.

"Kalau ada program yang bagus, tentu kita dorong. Kalau di lapangan ditemukan kendala atau belum tepat sasaran, itu juga akan menjadi bahan evaluasi dan masukan kepada pemerintah," tegasnya.

Ia berharap kerja Satgas Prabowonomics dapat membantu memastikan berbagai program ekonomi pemerintahan Prabowo benar-benar mencapai target dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

"Target ideal yang diinginkan oleh Presiden diharapkan mampu terealisasi dengan baik, terrealisasi dengan baik hingga dampaknya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pungkas Ary.

HIGHLIGHT

x|close