Ntvnews.id, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta sebagai langkah antisipasi apabila terjadi penurunan kualitas udara akibat musim kemarau yang berlangsung lama.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca akan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan hasil pemantauan kondisi atmosfer. Ia menyebut proses hujan buatan hanya dapat dilakukan apabila terdapat awan yang memenuhi kriteria untuk dilakukan penyemaian.
"Kalau tanpa awan kita tidak bisa melakukan modifikasi cuaca," kata Teuku Faisal di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.
Teuku Faisal mengatakan BMKG berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dalam menghadapi potensi memburuknya kualitas udara selama musim kemarau. Salah satu langkah yang disiapkan yakni pemasangan ground generator di sejumlah lokasi untuk mendukung pelaksanaan modifikasi cuaca ketika kondisi atmosfer memungkinkan.
Menurutnya, kualitas udara di Jakarta biasanya mengalami penurunan setelah wilayah tersebut tidak mengalami hujan selama dua hingga tiga pekan. Dalam situasi tersebut, operasi modifikasi cuaca dapat menjadi salah satu upaya untuk memicu turunnya hujan sehingga membantu mengurangi kadar polutan di udara.
Baca Juga: Kawasan Rendah Emisi Strategi Pemprov DKI Tekan Polusi Udara
Selain itu, BMKG terus melakukan pemantauan kondisi cuaca secara langsung untuk menentukan waktu yang tepat dalam pelaksanaan operasi. Setiap tindakan dilakukan berdasarkan kajian ilmiah agar pelaksanaannya dapat berjalan lebih optimal.
Teuku menegaskan bahwa keberhasilan operasi modifikasi cuaca sangat dipengaruhi oleh kondisi atmosfer, terutama keberadaan awan yang memiliki potensi menghasilkan hujan. Oleh sebab itu, operasi tidak dapat dilakukan ketika kondisi langit cerah tanpa adanya pertumbuhan awan.
Selain menjaga kualitas udara di Jakarta, BMKG juga terus memperkuat upaya mitigasi menghadapi dampak musim kemarau dan fenomena El Nino di berbagai wilayah Indonesia. Operasi modifikasi cuaca dilakukan untuk membantu mengurangi risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta menjaga ketersediaan air di sejumlah waduk nasional.
Ilustrasi: Deretan gedung bertingkat yang tertutup polusi di Jakarta, Jumat (21/6/2024). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc/am. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc/am.)