Pria Ini Ngaku Kena Begal demi Hindari Cicilan Laptop Rp27 Juta

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jul 2026, 16:27
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Barat AKP George Ruben. Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Barat AKP George Ruben. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Seorang pria berinisial A di Jakarta Barat diduga merekayasa aksi pembegalan dan melaporkannya kepada polisi agar terbebas dari kewajiban membayar cicilan laptop senilai Rp27 juta.

Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Barat AKP George Ruben menjelaskan laporan tersebut awalnya menyebut korban menjadi sasaran begal saat membawa laptop di kawasan Cengkareng. Namun, hasil penyelidikan menunjukkan peristiwa itu tidak pernah terjadi.

“Setelah kami dalami dan lakukan penyelidikan, ternyata kejadian itu tidak benar. Korban melaporkan kepada pihak kepolisian bahwa dirinya dibegal, tetapi setelah kami selidiki, ternyata korban hanya mengarang cerita,” kata George kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 24 Juli 2026.

Menurut George, laporan palsu tersebut sengaja dibuat agar korban memiliki dokumen pendukung untuk mengajukan keberatan kepada perusahaan pembiayaan sehingga cicilan laptop tidak perlu dilanjutkan.

Baca JugaHeboh Pria di Jakbar Ngamuk, Bunuh Warga Pakai Senapan Angin dan Golok

“Dia hanya mengarang cerita. Dengan dasar laporan polisi, korban bisa mengajukan kepada kredit laptop agar tidak membayarkan cicilan kredit itu,” ujar George.

Ia menjelaskan laptop tersebut dibeli melalui skema kredit dengan tenor 24 bulan dan cicilan sebesar Rp1,2 juta setiap bulan. Hingga saat ini, korban baru membayar lima kali angsuran.

Dalam laporannya, korban juga mengaku mengalami luka akibat dibegal. Namun, penyidik menemukan luka tersebut bukan disebabkan oleh tindak kejahatan.

“Korban memang mengalami luka di lengan kiri. Setelah kami dalami, korban ternyata melukai dirinya sendiri menggunakan gunting agar penyidik percaya bahwa dirinya benar-benar menjadi korban begal,” tutur George.

Baca JugaModus Begal di Kalideres, Jadikan Wanita Sebagai Jebakan

George mengatakan korban melukai dirinya sendiri di rumahnya di kawasan Kalideres, Jakarta Barat.

“Dilakukan di rumah, di kamar mandi, menggunakan gunting,” ungkap George.

Kasus rekayasa tersebut mulai terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan di lokasi yang disebut korban sebagai tempat kejadian perkara (TKP) di kawasan Cengkareng.

“Hasil pengecekan CCTV (kamera pengawas) menunjukkan memang korban melintas di lokasi tersebut. Namun, tidak ada seorang pun yang menghentikan ataupun melakukan pembegalan terhadap korban,” papar George.

Berbekal hasil penyelidikan tersebut, polisi kembali memeriksa korban secara intensif hingga akhirnya ia mengakui seluruh cerita pembegalan yang dilaporkannya merupakan rekayasa.

“Kami kemudian bertemu kembali dengan korban, dan akhirnya korban mengaku bahwa dirinya tidak mengalami kejadian tersebut,” imbuh George.

George menegaskan motif utama korban membuat laporan palsu itu adalah untuk menghindari kewajiban membayar cicilan laptop.

Dari pemeriksaan sementara, korban juga mengaku mendapatkan ide merekayasa aksi pembegalan setelah mencari informasi melalui kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mengenai cara agar terbebas dari kewajiban membayar kredit.

“Kami masih mendalami kasus ini. Untuk langkah selanjutnya, akan kami sampaikan kemudian,” pungkas George.

(Sumber: Antara)
x|close