Ntvnews.id, Bandarlampung - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Lampung menyampaikan hasil investigasi terkait meninggalnya dokter magang M Zulfikar Drakel di Kota Metro. IDI menduga kematian tersebut berkaitan dengan penyakit penyerta yang sebelumnya belum diketahui.
Ketua IDI Lampung Josi Harnos mengatakan hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya indikasi kerja berlebihan atau perlakuan buruk selama dokter Zulfikar menjalani masa magang.
"Jadi hasil investigasi yang dilakukan i menunjukkan tidak ditemukan indikasi overwork atau kerja berlebihan. Kami juga tidak menemukan adanya bullying maupun kekerasan di tempat kerja," kata Ketua IDI Lampung Josi Harnos saat dikonfirmasi di Bandarlampung, Kamis, 23 Juli 2026.
Josi menjelaskan proses investigasi dilakukan dengan mengumpulkan informasi dari sejumlah pihak, mulai dari dokter magang yang bertugas bersama Zulfikar, pihak rumah sakit, direktur rumah sakit, hingga dokter pendamping.
Baca Juga: Kemenkes Investigasi Kematian Tiga Dokter Magang dan Perbaiki Kebijakan RS
"Dari hasil penelusuran, ditemukan dugaan adanya penyakit penyerta yang tidak pernah diketahui sebelumnya," kata Josi.
Ia menyebut terdapat indikasi infeksi dalam tubuh almarhum. Namun, penyebab dan jenis infeksi tersebut belum dapat dipastikan karena keluarga menolak pelaksanaan otopsi.
"Ada infeksi, tetapi tidak bisa ditegakkan infeksi apa, di mana, dan seperti apa, karena pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. Kami menghormati keputusan keluarga tersebut," katanya.
Josi menambahkan, karakter Zulfikar yang dikenal pendiam serta tidak tinggal bersama rekan sejawat membuat kondisi kesehatannya sulit terpantau oleh orang-orang di sekitarnya.
Baca Juga: Ombudsman RI Investigasi Program Internship Dokter Usai Rentetan Kematian Dokter Magang
"Sehingga meninggalnya dokter Zulfikar ini tidak bisa disamakan dengan kasus-kasus sebelumnya yang terjadi, karena penyebabnya berbeda," kata Josi.
IDI Lampung turut menyampaikan rasa duka atas meninggalnya dokter Zulfikar yang sedang menjalani program internship.
"Kami juga mengapresiasi keterlibatan Kementerian Kesehatan, Kepolisian, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes), Pengurus Besar IDI, serta Dinas Kesehatan provinsi, dalam proses investigasi," katanya.
Dokter M Zulfikar Drakel diketahui merupakan peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI). Ia meninggal dunia pada Selasa, 21 Juli 2026 ketika menjalani masa pengabdian di RSUD Sukadana, Lampung Timur.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi: Ucapan belasungkawa terhadap dr. M Zulfikar Drakel oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lampung. (Antara)