Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meluruskan informasi terkait rencana pembangunan fasilitas Gembok Cinta di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Ia menyampaikan, lokasi pemasangan gembok cinta bukan berada di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), melainkan di sebuah jembatan baru yang dibangun di atas aliran sungai.
Konsep yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta adalah menghadirkan ruang publik baru yang dapat menjadi simbol ekspresi dan destinasi wisata perkotaan bagi masyarakat, khususnya kalangan muda.
"Jadi ada salah menangkap, Gembok Cinta itu bukan dibangun di JPO. Tetapi di situ kan ada sungai, dan sungai itu yang menghubungkan antara Rasuna Said dengan jalan di depan KPK. Nah, itu kan ada jembatan yang kita buat," kata Pramono di Jakarta Barat, Kamis, 2 Juli 2026.
Ia menjelaskan, jembatan tersebut nantinya diharapkan menjadi salah satu ikon baru Jakarta. Masyarakat dapat memasang gembok cinta sebagai simbol kebersamaan atau kasih sayang, tanpa mengganggu aktivitas pejalan kaki maupun lalu lintas. Ia menilai konsep tersebut dapat memberikan ruang kreatif sekaligus mempercantik kawasan Rasuna Said.
Baca Juga: Pramono Mau Bangun Jembatan Ikonik di Rasuna Said, Hadirkan Fasilitas Gembok Cinta
CFD Rasuna Said (Pemprov DKI)
"Mudah-mudahan saya berharap sebagai bagian dari integritas kita dan juga memberikan ruang bagi ekspresi anak-anak muda Jakarta, silakan dibangun atau digunakan untuk menjadi 'Gembok Cinta' lah gitu. Jadi bukan di JPO di atas, kalau itu nanti mengganggu perjalanan," tambahnya.
Sebelumnya, Pramono juga menyampaikan keyakinannya bahwa penataan Jalan H.R. Rasuna Said akan menjelma menjadi salah satu landmark baru ibu kota setelah proyek revitalisasi rampung. Menurutnya, wajah kawasan tersebut kini jauh lebih tertata, nyaman, dan memiliki nilai estetika yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.
"Saya yakin jalan ini akan menjadi landmark baru bagi Jakarta karena semua orang melihat sekarang jauh menjadi lebih tertata, lebih rapi, bahkan di ujung ada anggrek yang dipasang secara khusus," ujarnya.
Revitalisasi Jalan H.R. Rasuna Said dilakukan sepanjang sekitar 3,8 kilometer dengan berbagai pekerjaan penataan infrastruktur. Proyek tersebut meliputi perbaikan trotoar, pembongkaran 109 tiang monorel mangkrak, hingga penyesuaian elevasi antara jalur cepat dan jalur lambat.
Seluruh pekerjaan penataan kawasan itu menghabiskan anggaran sekitar Rp91 miliar dan menjadi salah satu proyek strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan kualitas ruang publik sekaligus memperindah koridor utama ibu kota.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)