Qodari: Evaluasi Program MBG Fokus pada Tata Kelola dan Kualitas Layanan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jun 2026, 23:01
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari. (Bakom)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan program berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Muhammad Qodari, mengatakan evaluasi saat ini difokuskan pada penguatan tata kelola, peningkatan kualitas layanan, hingga perluasan jangkauan penerima manfaat.

Qodari menjelaskan, salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah skema insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Selama ini, setiap SPPG menerima besaran insentif yang sama tanpa mempertimbangkan jumlah penerima manfaat. Ke depan, skema tersebut akan diubah agar insentif disesuaikan dengan cakupan layanan masing-masing SPPG.

"Ke depan ini akan disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat. Sehingga insentif untuk SPPG akan mengalami variasi dan itu bisa menghemat sampai Rp1 triliun dalam satu tahun," ujar Qodari dalam keterangannya, Selasa, 39 Juni 2026.

Selain skema insentif, Qodari mengatakan pemerintah juga akan memperbaiki tata kelola operasional SPPG. Penataan dilakukan untuk memastikan seluruh SPPG memenuhi standar yang telah ditetapkan, mulai dari kelengkapan peralatan hingga aspek kesehatan dan keamanan operasional.

"SPPG yang ada sekarang ini akan ditata lagi dari segi pengelolaannya," katanya.

Dari sisi produk, lanjut Qodari, evaluasi juga menyasar kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat.

Pemerintah akan memperkuat pengawasan terhadap kandungan gizi maupun higienitas makanan agar manfaat Program MBG semakin optimal.

"Produknya berupa makanan, dari nilai gizinya, dari higienitasnya itu juga akan ditata dengan lebih baik," tegasnya.

Qodari menambahkan, evaluasi juga diarahkan untuk memperluas cakupan penerima manfaat, terutama bagi masyarakat di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) yang masih belum terlayani secara optimal.

Selain itu, pemerintah akan memberikan perhatian lebih kepada kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, yang merupakan kelompok paling rentan mengalami kekurangan gizi.

"Masa-masa yang paling rawan untuk mengalami kekurangan gizi, sekaligus juga momentum yang paling tepat untuk melakukan intervensi gizi," pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Qodari menegaskan bahwa Program MBG tidak hanya bertujuan mengatasi stunting, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia secara menyeluruh, terutama bagi anak-anak.

Untuk mendukung penyempurnaan program, Qodari mengatakan pemerintah juga akan memperkuat koordinasi lintas sektor.

Sinergi akan dilakukan bersama pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, serta Dewan Ekonomi Nasional (DEN) agar pelaksanaan Program MBG semakin terintegrasi.

x|close