Ntvnews.id, Kulon Progo - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji, memberikan apresiasi atas keberhasilan Kabupaten Kulon Progo dalam menurunkan prevalensi stunting hingga berada di bawah rata-rata nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja yang dilakukan Wihaji dalam rangka meninjau pelaksanaan Program Bangga Kencana serta menghadiri pertemuan bersama Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Taman Budaya Kulon Progo pada Jumat, 19 Juni 2026.
Menurut Wihaji, capaian yang diraih Kulon Progo menunjukkan hasil yang positif dalam upaya percepatan penanganan stunting.
"Capaian penurunan angka stunting di Kulon Progo sudah bagus, berada di bawah rata-rata nasional. Kami berharap ke depan angka ini semakin ditekan hingga mencapai titik optimal," kata Wihaji.
Baca Juga: BNI Dukung Penanganan Stunting di Pangalengan Lewat Program Desa Sehat
Ia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2024, Tim Pendamping Keluarga kini mendapat mandat sebagai bagian dari program prioritas nasional untuk mengawal distribusi paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Wihaji menekankan bahwa keberadaan kader TPK sangat penting untuk memastikan bantuan gizi benar-benar diterima dan dimanfaatkan oleh kelompok sasaran. Selain mendistribusikan bantuan, para kader juga memiliki tugas memberikan edukasi kepada keluarga penerima manfaat.
"Pastikan bantuan dikonsumsi oleh sasaran, yakni ibu hamil atau menyusui, bukan anggota keluarga lain. Di sinilah peran edukasi para kader sangat menentukan," katanya.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menyampaikan penghargaan kepada para kader TPK yang selama ini berperan aktif dalam mendampingi masyarakat dan mendukung percepatan penurunan stunting.
Baca Juga: Mendukbangga Wihaji Tekankan Peran Tim Pendamping Keluarga dalam Percepatan Pencegahan Stunting
"Kader TPK adalah pahlawan sunyi yang mendampingi ibu hamil, mengedukasi ibu menyusui, serta memastikan anak-anak kita mendapatkan perhatian kesehatan sejak dini. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berkomitmen penuh mendukung mereka, baik melalui peningkatan kapasitas maupun dukungan moral," kata Agung.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah, mulai dari tingkat kapanewon hingga kalurahan, untuk meningkatkan koordinasi dan memberikan dukungan terhadap aktivitas para kader TPK di lapangan.
Selain pendampingan keluarga, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo juga menjalankan berbagai intervensi pendukung, salah satunya melalui program rehabilitasi rumah bagi keluarga yang masuk kategori berisiko stunting.
"Langkah ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan hunian yang layak, sehat dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal," katanya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para kader TPK, Pemkab Kulon Progo optimistis mampu terus menurunkan angka stunting serta mewujudkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas pada masa mendatang.
(Sumber: Antara)
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional RI Wihaji. (Antara)