Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memberantas kebocoran keuangan negara secara serius. Dalam upaya tersebut, Prabowo menyatakan dukungannya terhadap penguatan lembaga pengawasan dan penegakan hukum, seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta Kejaksaan Agung.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu, 3 Juni 2026.
Dalam kesempatan tersebut, ia secara langsung meminta Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, Ketua KPK Setyo Budiyanto, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk menyampaikan kebutuhan lembaga masing-masing guna memperkuat pemberantasan penyimpangan keuangan negara.
"Kalau Saudara merasa Saudara bisa lebih pintar dari NKRI, ya coba aja. Kepala BPKP, apa yang kau butuh, kalau kau perlu tambahan personel, berapa saja kau butuh, saya penuhi," kata Prabowo.
Saat namanya disebut, Muhammad Yusuf Ateh berdiri dari tempat duduknya dan memberikan penghormatan kepada Presiden sebagai respons atas arahan tersebut.
Prabowo kemudian mengalihkan perhatian kepada Ketua KPK Setyo Budiyanto. Ia menegaskan kesiapan pemerintah untuk mendukung kebutuhan lembaga antirasuah tersebut demi memperkuat upaya pemberantasan korupsi.
"Ketua KPK, berapa saja yang kau perlu lapor saya penuhi," ujarnya.
Tidak hanya itu, Prabowo juga menyampaikan pesan serupa kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin. Ia bahkan membuka peluang agar sebagian pendapatan negara yang berasal dari penanganan perkara korupsi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat institusi Kejaksaan.
"Jaksa Agung, berapa saja yang kau perlu saya penuhi. Kalau perlu yang sekian T (triliun) kau mau setor ke saya, kau pakai untuk memperkuat Jaksa Agung, ya," kata Prabowo.
Prabowo Subianto pada acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Sekretariat Presiden)
Presiden menegaskan bahwa penguatan aparat pengawas dan penegak hukum merupakan bagian penting dari agenda pemerintahannya. Menurutnya, kebocoran keuangan negara tidak boleh terus terjadi dan harus diberantas secara tuntas.
"BPKP, KPK, semua penegak hukum harus kita perkuat. Karena saya tidak mau NKRI dilecehkan. Saya tidak mau bahwa pemerintah Republik Indonesia tidak dihormati. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri," kata Prabowo disambut riuh para hadirin.
Rapat konsolidasi Program MBG tersebut dihadiri oleh 12.173 peserta. Mereka terdiri atas Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), Koordinator Regional (Koreg) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari berbagai daerah di Indonesia, Koordinator Wilayah (Korwil), Kepala SPPG, serta para mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis. Acara itu menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat koordinasi sekaligus menegaskan komitmen terhadap tata kelola keuangan negara yang bersih dan akuntabel.
Prabowo Perkuat Komitmen Program MBG melalui Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition (Setpres)