Tentara Israel Tewas Akibat Serangan Drone Hizbullah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Mei 2026, 07:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Tentara Israel menewaskan sedikitnya 77 warga Palestina dalam serangan udara di Jalur Gaza sejak pengumuman kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Tentara Israel menewaskan sedikitnya 77 warga Palestina dalam serangan udara di Jalur Gaza sejak pengumuman kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. (Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Militer Israel melaporkan salah satu tentaranya tewas akibat serangan drone yang diluncurkan Hizbullah di wilayah dekat perbatasan Lebanon. Dengan insiden tersebut, total korban jiwa dari pihak militer Israel dalam konflik dengan kelompok milisi yang didukung Iran itu meningkat menjadi 24 orang.

Dilansir dari AFP, Jumat, 29 Mei 2026, dalam pernyataan resmi militer Israel mengidentifikasi korban sebagai Sersan Rotem Yanai, 20 tahun, yang tewas saat menjalankan aktivitas operasional di wilayah Israel bagian utara.

Pihak militer juga menyebutkan bahwa dalam insiden yang sama, satu tentara cadangan mengalami luka berat dan satu lainnya mengalami luka sedang.

Militer Israel menambahkan bahwa Yanai tewas akibat serangan drone bermuatan bahan peledak milik Hizbullah.

Baca Juga: AS dan Israel Gempur Kapal Iran Dekat Selat Hormuz

Menanggapi kejadian tersebut, Menteri Keuangan Israel menyampaikan pernyataan keras terkait respons terhadap serangan. Ia menyebut bahwa satu-satunya cara untuk menghentikan serangan adalah dengan tindakan penghancuran di wilayah pinggiran selatan Beirut, yang dikenal sebagai basis kekuatan Hizbullah.

"Anda tahu bahwa satu-satunya cara, saat ini, untuk mencegah tentara kita terluka adalah dengan menghancurkan 10 bangunan di Dahiyeh, Beirut, untuk setiap drone," tulis Bezalel Smotrich di Telegram, ditujukan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

"Untuk setiap drone yang menyerang salah satu tentara kita, kita harus menghancurkan seratus bangunan," tambah Menteri Keuangan sayap kanan Israel tersebut.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya operasi militer Israel di wilayah Lebanon selatan. Pada Kamis pagi, militer Israel kembali melancarkan serangan yang menargetkan "infrastruktur Hizbullah" di sekitar kota Tyre, setelah sebelumnya mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga sipil.

NNA melaporkan terjadinya  <b>(Antara)</b> NNA melaporkan terjadinya (Antara)

Sehari sebelumnya, Israel menetapkan seluruh wilayah di selatan Sungai Zahrani sebagai "zona tempur" dan meminta penduduk untuk mengungsi menjelang operasi militer lanjutan terhadap Hizbullah.

Sejak konflik dimulai pada 2 Maret, total 24 warga Israel dilaporkan tewas, terdiri dari 23 tentara dan satu kontraktor sipil.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa total korban tewas telah mencapai 3.269 orang, bertambah 56 orang dalam satu hari akibat serangan besar Israel.

Meski gencatan senjata sempat diumumkan pada pertengahan April, operasi militer Israel di Lebanon masih terus berlanjut. Sementara itu, Hizbullah juga masih meluncurkan drone ke wilayah Israel utara sebagai bagian dari eskalasi konflik yang belum mereda.

x|close