Ntvnews.id, Moskow - Pemerintah Prancis akan mengerahkan sekitar 8.000 personel Kepolisian Nasional guna menjaga keamanan selama pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang.
KTT G7 di bawah presidensi Prancis akan digelar pada 15 hingga 17 Juni 2026 di kota resor Evian-les-Bains yang berada di tepi Danau Jenewa. Kepolisian Prancis menyatakan seluruh unsur pengamanan akan disiagakan demi menjamin kelancaran acara internasional tersebut.
Baca Juga: Diaspora Indonesia di Prancis: Prabowo Sosok Pejuang Modern yang Tak Kenal Lelah
"Kepolisian Nasional akan memastikan keamanan dan perlindungan tujuh kepala negara dan delegasi mereka. Total 8.000 petugas dari semua unit khusus (keamanan publik, layanan perlindungan, penegakan hukum, polisi yudisial, intelijen, dll.) akan dikerahkan," demikian menurut pernyataan kepolisian di X, dikutip Kamis, 28 Mei 2026.
Selain pengerahan personel dalam jumlah besar, aparat keamanan juga akan memanfaatkan teknologi drone dan sistem anti-drone untuk memperkuat pengawasan selama konferensi berlangsung. Pengamanan di wilayah perbatasan pun akan diperketat guna mengantisipasi berbagai potensi ancaman keamanan.
Baca Juga: Gelombang Panas di Prancis Tewaskan Tujuh Orang
Menurut keterangan resmi, para pemimpin negara anggota G7 dijadwalkan tiba melalui Bandara Jenewa pada 15 Juni. Setelah tiba, mereka akan langsung mendapatkan pengawalan ketat dari Dinas Keamanan Pejabat Tinggi Prancis (SDLP).
Sebelumnya pada Januari lalu, pemerintah Swiss juga menyatakan akan ikut membantu pengamanan KTT tersebut. Swiss disebut siap mengerahkan hingga 5.000 personel militer, sementara akses wilayah udara di sekitar Jenewa akan dibatasi selama agenda internasional itu berlangsung.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Bendera negara G7. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)